Home » Ekonomi & Bisnis » Geluti Bisnis Paper Casing, Dokter Muda Ini Raup Omset Ratusan Juta

Geluti Bisnis Paper Casing, Dokter Muda Ini Raup Omset Ratusan Juta



Jakarta – Sejak 2012, dokter muda ini merintis bisnis. Saat dia disibukkan sebagai koas, omzet bisnisnya sempat drop dua tahun.

Geluti Bisnis Paper Casing, Dokter Muda Ini Raup Omset Ratusan Juta

Imam Arief Winarta

Awalnya Imam Arief Winarta hanya menjual stiker Kedokteran. Keuntungan dari penjualan stiker tersebut dibelikannya printer. Bermodal printer itulah, dia mulai mencetak modul diklat bagi mahasiswa kedokteran.

Baca juga : Freeport Rewel, Menteri Jonan Beri Peringatan Tegas

Hasilnya terus bertambah, membuatnya ingin mencari uang lebih banyak lagi.

Paper case (casing kertas) untuk handphone (hp), dijadikannya bidang untuk berbisnis lebih serius.

Meski berbagai produk casing Hp banyak bermunculan. Namun papcase dikeluarkannya ternyata berbeda. Belum dijual pihak manapun tahun 2012 itu.

Bentuknya sederhana. Imam membeli casing putih transparan, lalu mencetak berbagai gambar, ditempel di bagian dalam, agar terlihat di belakang Hp.

Desain gambarnya beragam. Dari artis lokal hingga Korea, animasi kartun dan banyak lainnya.

Saat order bertambah, ia secara perlahan merekrut pegawai. Khusus desain, printing, serta packing. Ada juga bagian promosi di media sosial (medsos).

Menggunakan Facebok (FB) serta Instagram Ads serta website, target ABG wanita sukses direngkuh. Pesanan dari seluruh nusantara, termasuk luar negeri seperti Malaysia, pernah dikirim.

Melalui bazar besar di mal Jakarta, rutin dilakukan tiga bulan sekali, pendapatannya berkembang pesat. Pernah tembus hingga Rp 150 juta per bulan.

Imam juga sempat membuat casing berbahan kain jumputan. Jumlahnya terbatas, membuat barang tersebut habis terjual.

Saat ini, sebuah kantor tengah dibuat di belakang rumahnya. Berukuran 4×10 meter persegi, seluruh aktivitas pegawai, akan dipindahkan ke sana. Empat tahun terakhir, para pegawainya, menggunakan ruang tamu di lantai dua.

Di kantor baru miliknya, ia akan membuat gallery kecil, agar pengunjung dari berbagai daerah yang datang mendadak, bisa melihat secara bebas.

Imam menargetkan, produk miliknya bisa beredar ke ke luar negeri. Minimal, Asia Tenggara.

“Kalau sudah jadi dokter, niat saya tetap bisnis kedokteran. Saya juga punya niat bangun rumah sakit, untuk membantu disabilitas (cacat fisik),” imbuhnya.

(bens – sisidunia.com)