Home » News » Pasangan Selingkuh Diancam Warga dengan Senjata Tajam

Pasangan Selingkuh Diancam Warga dengan Senjata Tajam



Pamekasan – Seorang warga Desa Baranta, Kecamatan Tlakanan, Pamekasan, yang berinisial MZN (37) nyaris dihakimi warga lantaran diduga selingkuh dengan WAR (35).

Pasangan Selingkuh Diancam Warga dengan Senjata Tajam

Ilustrasi

Kejadian ini bermula ketika MZN mengantar WAR pulang di Dusun Waru, Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Kamis (23/2/2017) malam.

Mujur MZN karena warga tidak sampai menghakiminya. Saat diadang warga, ada Serda Syaifudin Efendi, anggota Babinsa Pamaroh yang berhasil meredam kemarahan warga.

Ia dan selingkuhannya langsung diamankan. Menurut sumber di lokasi kejadian, WAR sudah memiki suami dan anak.

Sejak dua tahun ini, suami WAR pergi bekerja sebagai TKI di Malaysia. Beberapa bulan belakangan MZN yang juga punya istri dan anak, sering bertamu ke rumah WAR siang malam.

Seringnya MZN bertamu bahkan keluar berdua dalam waktu lama, membuat keluarga War dan tetangga sekitar curiga keduanya menjalin hubungan asmara.

Warga sempat memperingatkan WAR agar tidak berselingkuh dengan suami orang.

Namun peringatan yang disampaikan warga itu seolah tidak membuat WAR insaf, malah tetap menerima kehadiran MZN, sehingga warga geram dan berniat untuk menggerebeknya.

Sebelum kejadian, MZN datang lagi ke rumah WAR mengendarai Grand Livina B 1099 WFU hitam. Kemudian sekitar pukul 21.45, MZN dan WAR pergi mengendarai mobil itu.

Baca juga : Lantaran Sakit Hati, Pasangan Sesama Jenis Ini Tega Bunuh Temannya

Warga pun sepakat menghadang apabila keduanya telah kembali.
Setelah ditunggu cukup lama, sekitar pukul 23.30 WIB, begitu dari jauh kelihatan mobil MZN datang, sekitar 50 warga membawa kayu, batu dan senjata tajam berdiri di tengah jalan untuk menghadang keduanya.

Meski mobil itu sudah berhenti, namun keduanya tidak berani keluar karena khawatir terjadi sesuatu pada diri mereka.

“Berhenti dulu, matikan mesin mobilnya! Kalian berdua ke luar dari mobil. Kelakuannya tidak pantas berselingkuh. Ingat, wanita ini sudah punya suami,” teriak warga.

Kebetulan di lokasi itu terdapat Babinsa Serda Syaifudin Efendi, maka untuk menghindari amuk massa, dia menghubungi aparat Polsek Kadur.

Setelah aparat datang, keduanya dibawa ke Polsek Kadur, untuk membuat pernyataan tertulis, tidak mengulangi perbuatannya.
(Muspri-sisidunia.com)