Home » News » Ini Kronologi dan Indentitas Pelaku Teror Bom Panci di Kelurahan Arjuna Bandung

Ini Kronologi dan Indentitas Pelaku Teror Bom Panci di Kelurahan Arjuna Bandung



Bandung – Hari ini, Senin (27/02/2017), kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Bandung, dihebohkan dengan teror bom panci. Identitas pelaku kini juga sudah diketahui oleh Polisi.

Ini Kronologi dan Indentitas Pelaku Teror Bom Panci di Kelurahan Arjuna Bandung

Polisi mengamankan TKP

“Pelaku inisialnya YC,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (27/2/2017).

Informasi identitas pelaku sudah tersebar di media sosial. Dalam foto berupa salinan KTP yang tersebar ini tercantum nama pelaku yaitu Yayat Cahdiyat yang berdomisili di Kabupaten Bandung. Alamatnya di Kampung Cukanggenteng, RT 3 RW 1, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu.

YC kelahiran Purwakarta 24-06-1975. Dalam salinan KTP itu tertulis pelaku bekerja sebagai pedagang.

“Ya itu di KTP, betul,” kata Yusri.

Berdasarkan keterangan Sri Haryani yang mengalami hal menegangkan di hari pertama masuk kantor. Staf Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo itu berada di bawah ancaman pelaku peledakan bom panci.

“Pelaku datang sendiri, tiba-tiba masuk kantor, dan bawa belati (sangkur),” kata Sri Haryani.

Pelaku yang berinisial YC alias AS (42) berteriak, ‘Mana yang punya kantor?’ Pegawai kelurahan yang rata-rata berjenis kelamin perempuan ketakutan. Sebagian bersembunyi di bawah meja.

Baca juga : Pelaku Teror Bom di Magelang Ternyata Ketua RT

Sri Haryani tak tahu apa yang sebenarnya terjadi sampai akhirnya siswa SMA berteriak dari luar kantor. “Ada bom,” kata Sri menirukan ucapan siswa SMA tersebut. Menurut Sekretaris Kelurahan Arjuna, Ganjar Budi, pelaku masuk ke kantor setelah dikejar siswa SMA dan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Sri Haryani dan beberapa petugas kelurahan melarikan diri tak melalui pintu. “Kami lewat kaca konter ruangan pelayanan,” ungkap Sri Haryani.

Semua yang berada di kantor kelurahan, baik pegawai maupun warga, selamat. Pelaku yang berasal dari Kabupaten Bandung itu tertahan di kantor dan akhirnya dilumpuhkan polisi. Nyawanya tak tertolong saat dibawa ke rumah sakit.
(Muspri-sisidunia.com)