Home » Hiburan » Dibullying, Adhisty Zara Sempat Ingin Keluar Dari JKT48

Dibullying, Adhisty Zara Sempat Ingin Keluar Dari JKT48



Jakarta -Diantara 68 membr JKT48, Adhisty Zara salah satu member yang berhak tampil di single terbaru JKT48, Saikou Ka Yo.

Usianya yang masih mudah 13 tahun dan masa kerja di JKT48 yang belum genap 1 tahun, memnuat Zara sering jadi sasaran bullying mereka yang tak suka. Zara di sebut mengambil jata seniornya yang belum dapat giliran tampil di single terbaru JKT48 tersebut.

“Aku awalnya mau nangis, aduh kok tab mention aku isinya kayak gituan semua. Pertama kalinya itu aku langsung down banget. Kayak ‘udah ah aku nggak mau ikut JKT48 lagi’,” kata Zara saat ditemui di Teater JKT48, Senayan, Jumat (24/2/2017).

Zara bergabung di JKT48 sebagai Generasi 5 pada Juli 2016 lalu. Dibullying, Zara mengaku tak sampai menangis dan justru termotivasi untuk menunjukkan bahwa ia layak di posisinya sekarang.
“Nangis sih nggak, cuma jadi kepikiran kalau aku harus nunjukin aku layak di posisi ini. Aku jadi lebih sungguh-sungguh. Soalnya tadinya itu ‘ah udah lah, udah bisa ini’. Gara-gara kejadian itu ‘wah apaan nih’,” tutur member asal Bandung itu.

Saat merasa down, Zara awalnya tak suka bercerita kepada siapapun, termasuk pada keluarga. Namun ia kemudian mulai berani membuka diri pada salah satu seniornya di JKT48, Made Devi.

Dibullying, Adhisty Zara Sempat Ingin Keluar Dari JKT48

Dibullying, Adhisty Zara Sempat Ingin Keluar Dari JKT48

“Aku orangnya lebih ke mendem gitu, cuma Mama tau sendiri, nanya ‘kamu gimana?’, aku bilang aku pengen keluar tadinya. Katanya ‘jangan dong, ini detik menuju sukses’. Terus aku ya udah jadi semangat lagi. Jadi cepet nangkep dari situ, jadi mulai peka sama semuanya,” ungkap Zara dengan logat sundanya.

“Sekarang aku udah mulai deket sama Kak Devi, orangnya baik banget. Sekarang aku udah mau cerita sama orang, tadinya aku tuh paling mendem dan gak mau cerita apa-apa,” imbuh Zara.

Zara juga mengungkap enak tak enak menjadi salah satu member paling muda. “Enaknya tuh kalo apa-apa lebih diduluin. Nggak enaknya tuh kadang nggak didenger, kayak nggak dipercaya gitu,” tutupnya.

(bens – sisidunia.com)