Home » News » Hary Tanoe Ajak Trump Bangun Sirkuit di Bogor

Hary Tanoe Ajak Trump Bangun Sirkuit di Bogor



Jakarta – Kemenpora telah mendukung berbagai kalangan yang ingin membangun sirkuit bertaraf internasional di Indonesia. Salah satunya adalah pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo (HT). Bahkan, dia akan menggandeng perusahaan milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Hary Tanoe Ajak Trump Bangun Sirkuit di Bogor

Hary Tanoesoedibjo

Hary Tanoe sudah menyiapkan lahan di Kawasan Lido, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Lokasi itu berbatasan dengan Sukabumi. Namun tak disebut berapa luas lahan yang akan dipakai untuk pembangunan arena balap tersebut. Hary Tanoe yang juga CEO MNC Group itu sudah mengajukan surat rekomendasi kepada Menpora Imam Nahrawi.

Baca juga : Mantan Istri Bos Kebab Bawa Bukti Chat “Keluar di Dalem”

“Pak Menteri (Menpora) sudah memberikan rekomendasi kepada MNC Land di sana (Kawasan Lido). MNC Land akan bekerjasama dengan Trump Corporation,” kata Gatot Dewa Broto usai dilantik sebagai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Sebelum melirik Kawasan Lido, Hary Tanoe pernah menjalin kerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan untuk membangun sirkuit di Jakabaring Sport City, Palembang.

Kerjasama itu sepertinya tak dilanjutkan lagi karena diperkirakan tak ada kesepakatan siapa yang akan mengelola arena balap tersebut. Karena itu, HT mencari lahan lain dan Kawasan Lido dipilih sebagai pengganti Palembang.

“Tapi untuk Palembang masih on going. Mungkin karena Dorna Sports (operator MotoGP) masih berkomunikasi dengan Palembang (membahas tuan rumah MotoGP 2018),” ungkap Gatot.

Mengenai surat yang diajukan MNC Land untuk membangun sirkuit, lanjut Gatot, belum dijelaskan secara spesifik peruntukannya. Karena itu, Kemenpora meminta agar pihak Hary Tanoe menjelaskan secara detail proposal pembangunan sirkuit tersebut.

“Pada prinsipnya harus sesuai prosedur, sesuai standar FIM, mau koordinasi dengan IMI, lahannya tidak sedang sengketa dan Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) jelas. Dan satu lagi paling penting bahwa sirkuit itu ada agendanya. Percuma kalau hanya membangun saja,” katanya.

(bens – sisidunia.com)