Home » News » Tukang Sampah di Amerika Serikat Mencapai Rp 1 Miliar

Tukang Sampah di Amerika Serikat Mencapai Rp 1 Miliar



Jakarta – Saat ini, pengguna media sosial sedang ramai bicarakan aksi salah seorang pasukan oranye menyelam di selokan hitam saat banjir Jakarta.

Tuakng Sampah di Amerika Serikat Mencapai Rp 1 Miliar

Pasukan orange

Mereka menganggap pasukan oranye atau petugas kebersihan tersebut pahlawan karena dengan sukarela mengambil sampah yang menyumbat saluran parit.

Banyak di antara pengguna media sosial mengimbau pengguna yang lain, terutama yang mencari nafkah di DKI Jakarta, untuk pikir seribu kali sebelum buang sampah sembarangan. Gara-gara tindakan bodoh itu, yang membuat ibu kota ini rawan sekali mengalami banjir.

Omong-omong pasukan oranye atau petugas kebersihan, di luar negeri sendiri juga memiliki orang-orang yang tergabung ke dalam pekerja prasarana dan sarana umum. Tak tanggung-tanggung, pemerintah setempat ada yang menggaji para petugas kebersihan dengan nominal yang cukup besar.

1. Di Amerika, petugas kebersihan (tukang sampah) digaji Rp 1 miliar

Noel Molina dan Tony Sankar adalah dua orang “pasukan oranye” di New York City yang merasakan gaji besar. Dalam setahun, pendapatan yang mereka dapatkan sebesar US$112 ribu (Rp 1,47 miliar).

Gaji keduanya lebih banyak dibanding pendapatan yang diperoleh oleh karyawan lulusan sarjana. Baik Noel maupun Tony mengaku bahwa mereka hanya sampai di bangku SMA.

Seperti yang dikutip CNN Money, Kamis (23/2/2017), pendapatan petugas kebersihan di negara kekuasaan Donald Trump berbeda-beda. Paling kecil gaji yang mereka terima adalah Rp500 juta untuk satu tahun.

2. Tukang sampah di Dubai digaji Rp4 juta per bulan

Petugas kebersihan (tukang sampah) di negara kaya seperti Dubai digaji sebesar 1.600 Dirham atau setara Rp4 juta per bulan. Mereka pun mendapat tambahan uang transportasi. Dan setiap harinya, mereka hanya mengeluarkan uang untuk makan saja.

3. Tukang sampah di London Rp28 juta per bulan

Sungguh bikin iri dengan gaji yang diterima tukang sampah di London. Pemerintah setempat membayar mereka sebesar 1.700 Poundsterling atau Rp28,5 juta per bulan.

Kerja pasukan oranye ini pun tidak berat-berat amat, mengingat tempat sampah yang ada di sana rata-rata beroda. Dan, mobil untuk mengangkut semua sampah dibikin modern dan canggih. (bens – sisidunia.com)