Home » News » Polisi Masih Mendalami Kasus Penganiayaan Terhadap Sopir Taxi Online

Polisi Masih Mendalami Kasus Penganiayaan Terhadap Sopir Taxi Online



Medan – Polisi terus melakukan penyelidikan terkait aksi penganiayaan terhadap seorang pria bernama Frans Kie, yang merupakan sopir taksi online di depan pusat perbelanjaan Medan Fair Plaza pada Rabu (22/2/2017).

Polisi Masih Mendalami Kasus Penganiayaan Terhadap Supir Taxi Online

Gambar Ilustrasi

Setelah berhasil menangkap dua orang pelaku, tak lama setelah aksi penganiayaan itu terjadi, satu orang pelaku berhasil ditangkap lagi.

Baca juga : Seorang Pemuda Bacok Rekannya Karena Dituduh Tiduri Pacarnya

“Iya berdasarkan bukti-bukti yang kita miliki, kita lakukan penahanan terhadap orang-orang yang patut diduga melakukan tindakan penganiayaan itu. Sejauh ini sudah tiga kita amankan. Dua orang pada Rabu kemarin, dan seorang lagi pada hari ini,” ujar Kapolsekta Medan Baru, Kompol Ronni Bonic, Kamis (23//2/2017).

Ronni mengaku pihaknya sampai saat ini masih melakukan pendalaman atas kasus penganiayaan itu. Sehingga, ia belum bisa mengungkapkan identitas para pelaku yang sudah ditangkap.

“Kita masih lidik, nanti segera kita sampaikan kalau penyelidikannya sudah rampung,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria keturunan Tinghoa bernama Frans Kie, dianiaya sejumlah orang sesaat setelah ia yang mengendarai mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1282 IS keluar dari area Plaza Medan Fair Medan.

Aksi penganiayan itu diduga merupakan buntut aksi sweeping yang dilakukan sejumlah penarik becak bermotor (betor) untuk menertibkan secara sepihak operasional Go-Jek dan Grab, serta transportasi berbasis aplikasi daring (online) lainnya yang kian marak di Medan.

Frans Kie sendiri dianiaya karena dituding sebagai pengendara Grab yang baru saja menurunkan penumpangnya di Plaza Medan Fair. (bens – sisidunia.com)