Home » News » Seorang Supir Pejabat Ditangkap Karena Dugaan Pungli

Seorang Supir Pejabat Ditangkap Karena Dugaan Pungli



Jakarta – Aparat gabungan berhasil membongkar kasus dugaan pungli pengurusan sertifikat tanah di kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Gowa, Rabu (22/2/2017).

Seorang Supir Pejabat Ditangkap Karena Dugaan Pungli

Ilustrasi pungli

Penangkapan ini dilakukan dengan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap supir salah satu pejabat ATR/BPN bernama Ancu. Pelaku tertangkap di depan kantor ATR/BPN Gowa di dalam mobil Opel milik pejabat ATR/BPN.

Baca juga : Warga Paya Terubon Berhasil Menangkap Ular Piton Sepanjang 8 Meter

Informasi yang dihimpun Okezone, penangkapan ini bermula saat Ombudsman Sulsel menerima laporan pungli dari salah seorang warga Gowa.

Warga yang identitasnya disembunyikan pihak ombudsman itu, mengaku dimintai uang pelicin belasan juta rupiah. Saat melakukan pengurusan sertifikat pemisahan tanah di BPN Gowa.

Pelapor mengaku telah membayar biaya administrasi sebesar Rp2 juta. Namun sertifikat belum diserahkan, malah dimintai dana tambahan sebesar 13 jt oleh RI, pejabat ATR/BPN Gowa.

Usai menerima laporan, pihak Ombudsman Sulsel menghubungi tim Saber pungli Polda Sulsel. Dari situ, kedua lembaga negara itu merancang OTT terhadap pelaku.

RI, pejabat ATR/BPN, tak muncul di lokasi transaksi. Namun supir RI, Ancu tiba di lokasi dan meminta uang ke pelapor. Usai bertransaksi, Ancu bergegas ke kantor ATR/BPN Gowa.

Setiba di kantor, polisi yang sejak awal membuntuti, langsung menyergap pelaku. Barang bukti berupa uang dalam amplop dan mobil langsung diamankan polisi.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani membenarkan terkait adanya OTT ini.

“Pelapor tidak punya uang sehingga melapor ke Ombudsman (Sulsel). kemudian meminta ke Polda untuk melakukan OTT. Kasus ini sedang proses pengembangan, untuk menemukan siapa saja oknum yang terlibat praktek pungli di BPN Gowa,” singkat Dicky, Rabu (22/2/2017).

(bens – sisidunia.com)