Home » Travel & Kuliner » Festival Cahaya di Jepang Seluas 26.400 Meter Persegi

Festival Cahaya di Jepang Seluas 26.400 Meter Persegi



Kuwana – Di Prefektur Mie, jepang, terdapat salah satu festival cahaya yang paling keren. Tiap musim dingin tiba, festival cahaya itu hadir berkelap-kelip dengan jutaan lampu.

Festival Cahaya di Jepang Seluas 26.400 Meter Persegi

Festival cahaya di Jepang saat musim dingin

Saat musim semi, Jepang terkenal dengan indahnya sakura yang bermekaran. Namun menjelang musim dingin, giliran aneka festival cahaya yang akan memanjakan wisatawan. Dilansir dari CNN, Rabu (22/2/2017), Nabana No Sato disebut-sebut sebagai salah satu festival cahaya paling ‘wah’ di Negeri Sakura itu.

Baca juga : Yuk Intip Kemegahan Istana Siak di Riau

Festival cahaya tersebut diadakan oleh Resor Nagashima di Prefektur Mie, tak jauh dari Nagoya. Dalam festival cahaya itu, lebih dari 8 juta lampu LED ditata sedemikian rupa hingga membentuk aneka objek yang cantik. Kali ini temanya adalah ‘The beauty of mother nature’.

Aneka objek tersebut ada yang khas Jepang ada pula dari berbagai negara lain. Seperti pemandangan tanada atau sawah bertingkat di Jepang, panorama Antartica, Monument Valley di AS serta Plitvice Lakes National Park di Kroasia.

Objek-objek bergelimang lampu tersebut ada di area utama yang begitu luas. Tingginya 30 meter, lebarnya 155 meter, dan luasnya sekitar 26.400 m2.

Dalam pembuatannya memakan waktu 4 bulan dan ribuan pekerja. Awalnya dibuat fondasi kemudian menyusul struktur yang menjadi tempat lampu warna-warni dipasang.

Nah selain aneka objek di area utama itu, ada lagi yang tak boleh dilewatkan yaitu terowongan sepanjang 100 meter yang berhias lampu-lampu bagai daun musim gugur yang bercahaya.

Berjalan di bawah terowongan itu rasanya begitu romantis. Untuk spot foto-foto pun menarik dari berbagai sisinya. Tinggal datang saja selepas sore ketika lampu menyala dengan begitu cantiknya.

Nabana No Sato ini bisa wisatawan nikmati sampai tanggal 7 Mei 2017. Pihak Resor Nagashima sendiri menargetkan 2 juta pengunjung. Biasanya memang lebih banyak turis Jepang, namun turis asing yang datang jumlahya juga terus meningkat. (bens – sisidunia.com)