Home » News » Pilkada DKI 2017 : Berlangsung Dua Putaran, KPU Fokuskan Akurasi Data Pemilih

Pilkada DKI 2017 : Berlangsung Dua Putaran, KPU Fokuskan Akurasi Data Pemilih



Jakarta – Berdasarkan hasil perhitungan surat suara, Pilkada DKI 2017 bisa dipastikan berlangsung selama dua putaran. Para kandidat pada putaran kedua nantinya ada pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat dan pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pilkada DKI 2017 : Berlangsung Dua Putaran, KPU Fokuskan Akurasi Data Pemilih

Pilkada DKI 2017 : Berlangsung Dua Putaran, KPU Fokuskan Akurasi Data Pemilih

Oleh karena itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menegaskan, KPU Pusat dan KPU DKI Jakarta berkomitmen untuk menyediakan data pemilih yang akurat pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang berpotensi berlangsung dua putaran. Dengan data pemilih yang akurat, semua orang yang berhak memilih bisa menggunakan hak pilihnya.

“Ya, kemarin kita koordinasi dengan KPU DKI dan ada beberapa poin dibahas pertama soal daftar pemilih, komitmen kita data pemilih akurat sehingga nantinya DPT pilgub plus DPTb, plus orang yang berhak memilih tapi tidak bisa memilih pada hari H, plus pemilih berumur 17 tahun dan yang menggunakan surat keterangan, seluruhnya kita gabungkan,” ujar Ferry di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2).

Baca juga : Megawati : Banyak Warga Yang Belum Mendapat Haknya Dalam Memilih

Selain itu, kata Ferry, KPU juga akan melakukan rasionalisasi data pemilih dan pembersihan data pemilih sehingga orang yang sudah meninggal atau sudah pindah alamat dikeluarkan dari DPT. KPU juga, kata dia akan fokus melakukan pendataan di daerah yang pada saat pemuktahiran data dulu tidak maksimal, seperti di apartemen dan rumah mewah.

“Kita juga berharap profaktif masyarakat, tidak bisa dong tanpa ada partisipasi. Jadi dalam tahapannya itu menginformasikan kepada publik ini DPS putaran kedua, baru nanti dikritisi oleh masyarakat, nanti setelah itu baru bisa ditetapkan sebagai DPT,” ungkap dia.

Pada putaran kedua ini, lanjut Ferry, tidak ada lagi pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih ke lapangan. KPU, kata dia, hanya melakukan setengah pemuktahiran data pemilih karena waktunya tidak sampai satu bulan.

“Ini hanya mengkompilasi data yang ada termasuk tadi data yang belum terdaftar. Termasuk kita berharap sentra apartemen dan setidaknya mengecek-lah ke web kita bahwa itu ada atau tidak. Kalau tidak, kan harus segera direspon ke petugas PPS kita,” tambahnya.
(Muspri-sisidunia.com)