Home » News » Hujan Juga Mengakibatkan Longsor Terjadi Pada Empat Titik di Jatiasih

Hujan Juga Mengakibatkan Longsor Terjadi Pada Empat Titik di Jatiasih



Bekasi – Tercatat sedikitnya empat titik kawasan di wilayah Jatiasih dilanda longsor. Sedangkan curah hujan yang tinggi sejak dua hari belakangan ini.

Longsor Terjadi Pada Empat Titik di Jatiasih

Ilustrasi longsor

“Musibah longsor ini melanda rumah warga, tanggul saluran air, dan infrastruktur jalan,” kata Camat Jatiasih Nesan di Bekasi, Selasa (21/2/2017).

Baca juga : Bocah 15 Tahun Tenggelam di Kali Persakih

Dia mengungkapkan ada sebuah rumah mengalami kerusakan 50 persen akibat bangunan yang dihantam arus banjir pada Senin 20 Februari 2017. Rumah tersebut terletak di Rt 04 Rw 02, Kelurahan Jatirasa.

“Rumah itu diketahui milik Karyono. Separuh rumahnya terseret banjir akibat luapan Kali Cikeas,” kata dia, dikutip dari Antara.

Selain itu, lanjut Nesan, musibah longsor juga terjadi di Rt 05 Rw 05, Kelurahan Jatiluhur. Longsor merusak akses Jalan Senan.

“Jalan Senan mengalami longsor di bagian jalur lambat sepanjang 4 meter dan mengganggu akses lalu lintas pengendara,” ujar dia.

Menurut dia, peristiwa itu diketahui terjadi pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pihaknya saat ini telah memasang rambu di lokasi kejadian guna mengantisipasi kecelakaan para pengendara yang menempuh akses jalan tersebut.

Selain itu, jalan rusak akibat longsor juga terjadi di Jalan Cipendawa pada jalur lambat dekat jembatan Kali Bekasi sepanjang 10 meter. “Beton jalan di lokasi itu bergeser sekitar 5 centimeter,” kata Nesan.

Nesan juga mencatat, peristiwa tanah longsor juga terjadi di Jalan Swatantra Rt02 Rw01 yang merusak tanggul saluran air warga setempat.

“Saat ini kami masih melakukan pemetaan dampak dari banjir di wilayah kami. Pemetaan ini akan menjadi dasar kami melakukan upaya perbaikan darurat,” kata Nesan.

Perbaikan kerusakan infrastruktur akibat banjir bisa diupayakan melalui alokasi anggaran darurat Pemkot Bekasi. “Kita akan susun dulu laporannya untuk segera dilakukan perbaikan darurat. Sumber dananya bisa melalui APBD atau dana darurat bencana,” jelas Nesan.

(bens – sisidunia.com)