Home » News » Hujan Deras Turun Dini Hari, Juanda Akui Kerugian Materiil

Hujan Deras Turun Dini Hari, Juanda Akui Kerugian Materiil



Jakarta – Beberapa hari terakhir hujan deras sering mengguyur sejumlah kawasan di DKI Jakarta. Akibatnya banjir pun merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Salah satunya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hujan Deras Turun Dini Hari, Juanda Akui Kerugian Materiil

Sisa banjir di Kramat Jati

Permukiman warga di Gang Kober, RW 02, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, merupakan salah satu yang terkena banjir pada Selasa (21/2/2017) kemarin. Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai sekitar 1,5 meter.

Kondisi itu menyebabkan kerugian materiil. Ketua RW setempat, Juanda (55) misalnya, harus pasrah barang-barang miliknya, seperti kulkas dan mesin cuci, rusak gara-gara terendam banjir.

Hingga hari Rabu (22/2/2017), bekas banjir masih tampak terlihat di dinding rumah Juanda dan sejumlah warga lainnya. Di pinggir-pinggir gang terlihat tumpukan sampah dan lumpur.

Juanda menceritakan, air mulai naik saat hujan deras terus turun pada Senin dinihari. Pada pagi hari, ketinggian air di dalam rumah bahkan sudah mencapai sekitar 0,5 meter. Kondisi itu membuat Juanda tak sempat menyelamatkam barang-barang yang ada di lantai bawah rumahnya.

“Udah nungging tuh segala freezer, mesin cuci,” kata dia sambil menujukan barang-barangnya yang rusak.

Juanda menyebutkan ketinggian air terus naik hingga siang hari. Puncaknya saat ketinggiannya mencapai 1,5 meter.

Baca juga : Inilah Foto Bidadari Banjir DKI Yang Tiba-tiba Viral di Sosmed

Di dalam rumah Juanda, ketinggian air mencapai sekitar 1 meter padahal lantai rumah Juanda sudah dinaikan 60 sentimeter lebih tinggi dari permukaan tanah.

“Kalau enggak sampai semeter, rumah masih aman,” kata pria yang sudah 26 tahun tinggal di Gang Kober itu.

Meski banjir, Juanda menyatakan dia dan para tetangganya tak ada yang sampai mengungsi. Mereka berlindung di lantai dua rumahnya masing-masing. Rumah-rumah di Jalan Kober terpantau hampir seluruhnya berlantai dua. Menurut Juanda, lantai dua dibangun sebagai antisipasi datangnya banjir.

“Kalau banjir masih 1-2 meter, warga masih di rumah. Tapi kalau sudah sampai 7 meter, harus ngungsi dan bisa berhari-hari,” kata Juanda.

Banjir di Jalan Kober surut mulai sore hingga malam hari.

Juanda menyebutkan, di RW 02, ada sekitar 275 KK yang terkena dampak banjir pada Senin kemarin. Mereka tersebar di tiga RT, yaitu RT 10,11, dan 12.

Banjir besar terjadi di Jalan Kober terakhir kali pada awal 2014. Saat itu ketinggiannya mencapai 7 meter. “Waktu itu sudah kayak lautan ini. Lantai dua udah tenggelam semuanya,” kata Juanda.
(Muspri-sisidunia.com)