Home » News » Terilhami Etos Kerja Presiden Jokowi, Pemkab Purwakarta Tuangkan Dalam Proyek Air Mancur Sri Baduga

Terilhami Etos Kerja Presiden Jokowi, Pemkab Purwakarta Tuangkan Dalam Proyek Air Mancur Sri Baduga



Purwakarta – Purwakarta kini memiliki salah satu kawasan wisata baru yang terbilang murah dan terjangkau bagi seluruh warganya. Nama tempat wisata tersebut adalah Air Mancur Sri Baduga.

Terilhami Etos Kerja Presiden Jokowi, Pemkab Purwakarta Tuangkan Dalam Proyek Air Mancur Sri Baduga

Warga Purwakarta takjub melihat keindahan Air Mancur Sri Baduga

Penamaan Air Mancur Sri Baduga tak lepas dari sejarah panjang sosok panutan masyarakat Sunda. Sekitar 1.500 tahun yang lalu ada raja bernama Prabu Siliwangi atau nama lainnya Sri Baduga, Ki Pamanah Rasa, Ratu Haji Jaya Dewata.

Kenapa air? Karena air memiliki makna penting bagi masyarakat Sunda. Itu kenapa banyak daerah di Jabar dan DKI Jakarta banyak ditemukan istilah “cai” atau air.

Ini terbilang baru bagi warga, apalagi selama ini Purwakarta nyaris menjadi kota mati setelah dibangun Tol Cipularang. Saat atraksi air mancur tersebut dimulai, puluhan ribu warga berjubel menyaksikan pertunjukan air mancur selama 30 menit.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan proyek Air Mancur Sri Baduga sejak 2014 diilhami semangat kerja Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga : Bupati Purwakarta Blak-blakan Terkait Perputaran Uang di Taman Air Mancur Sri Baduga

“Air Mancur Sri Baduga ini jadi mungkin karena dibarengi ikhtiar dan konsisten kerja, kerja, kerja. Seperti apa yang dikatakan Pak Presiden RI Joko Widodo,” ujar Dedi di sela peresmian Air Mancur Sri Baduga Tahap III oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya di Purwakarta, Sabtu (18/2/2017) malam.

Ia menjawab anggapan pemborosan anggaran membangun air mancur sejak 2014 hingga saat ini yang menghabiskan sekitar Rp 51 miliar.

“Bagi saya tidak. Di sini ada lebih dari 500 hingga 1.000 pedagang yang buka setiap malam Minggu menjual berbagai macam kuliner. Mereka dalam satu malam jualan di sekitar Situ Buleud mendapat keuntungan paling sedikit Rp 2 juta saat pertunjukan air mancur, lalu kalikan saja 1.000 pedagang, hasilnya Rp 2 miliar dalam satu malam,” ia menambahkan.

Dedi ingin membuktikan Purwakarta, kota kecil, mampu menciptakan bentuk kreativitas yang bisa menyaingi negara lain, seperti air mancur di Singapura bahkan di Dubai.

Renovasi tahap III ini menghadirkan tempat duduk berbentuk tribun mini. Tribun pertama tepat di pinggiran danau dan satu lagi berada di trek joging di area situ. Selain itu menambah aqua screen di tengah situ hingga berjumlah tiga. Lalu satu lagi terowongn air.
(Muspri-sisidunia.com)