Home » News » Sempat Tak Bisa Ditemui, Kemenlu Indonesia Terus Upayakan Bantuan Hukum Untuk Siti Aisyah

Sempat Tak Bisa Ditemui, Kemenlu Indonesia Terus Upayakan Bantuan Hukum Untuk Siti Aisyah



Kuala Lumpur – Dikutip dari Kepolisian Sepang, Malaysia, pria yang ditangkap bernama Ri Jong Khol, kelahiran tahun 1970. Pria Korea Utara ini menjadi orang ke-4 yang ditahan polisi Malaysia setelah menangkap dua perempuan dan satu pria.

Sempat Tak Bisa Ditemui, Kemenlu Indonesia Terus Upayakan Bantuan Hukum Untuk Siti Aisyah

Siti Aisyah

Salah satu perempuan yang ditangkap bernama Siti Aisyah, warga negara Indonesia. Siti Aisyah yang dituding melakukan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memiliki paspor yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Bermodal paspor itu, Siti Aisyah berangkat ke Malaysia dengan alasan untuk bekerja bersama sang suami, Gunawan Hasyim Alias Ajun.

Paspor Siti Aisyah telah terkonfirmasi benar dan telah dikeluarkan pihak imigrasi dengan prosedur yang benar dan valid.

KBRI di Malaysia tidak bisa menemui Siti Aisyah karena sistem hukum di Malaysia. Ditahan di Kuala Lumpur, Malaysia, Siti Aisyah tak boleh ditemui siapapun karena menurut hukum acara pidana di Malaysia, selama proses investigasi, tersangka tidak boleh ditemui siapapun.

Baca juga : Empat Pembunuh Kim Jong-nam Masih Diburu Polisi Malaysia

Menurut informasi dari Kemenlu, Siti Aisyah, WNI yang dituduh membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sudah bisa ditemui oleh tim perlindungan hukum WNI.

Atas upaya dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, Siti Aisyah, tersangka pembunuh Kim Jong Nam, akhirnya bisa mendapat akses terhadap pengacara dan bantuan hukum dari pemerintah Indonesia.

Kemenlu Indonesia dan Kepolisian Diraja Malaysia pun terus berkoordinasi agar akses bantuan hukum untuk Siti Aisyah bisa dipermudah.
(Muspri-sisidunia.com)