Home » News » Sejarahwan Prediksi Masa Pemerintahan Donald Trump Tak Akan Lama

Sejarahwan Prediksi Masa Pemerintahan Donald Trump Tak Akan Lama



Washington DC – Amerika Serikat belum terlalu lama ini melantik Presiden yang baru, yaitu Donald Trump. Namun sejak hari pertama Donald Trump menjabat sebagai Presiden AS, sejumlah kebijakan yang menuai kontroversi banyak pihak sering kali dikeluarkan. Akibatnya, Presiden Trump seringkali mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Sejarahwan Prediksi Masa Pemerintahan Donald Trump Tak Akan Lama

Presiden AS, Donald Trump

Melihat fenomena tersebut, seorang sejarahwan terkenal, Profesor Ronald L Feinman mengaku bisa menebak tentang masa jabatan yang akan dipegang oleh Presiden Trump. Profesor Ronald L Feinman memprediksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi pemimpin dengan masa jabatan terpendek kedua sepanjang sejarah AS.

Profesor Ronald L Feinman memprediksi, masa pemerintahan bintang televisi itu akan berada diantara William Henry Harrison yang meninggal setelah 31 hari menjabat Presiden Amerika Serikat akibat penyakit pneumonia yang diiidapnya pada tahun 1841 dan James A Garfield yang meninggal pada 1881 akibat ditembak ketika menjabat 79 hari.

Sejarawan ini menambahkan, masa pemerintahan Donald Trump juga tak akan mencapai 16 bulan 5 hari seperti masa berkuasanya Presiden Amerika Serikat ke-12 AS, Zachary Taylor, yang meninggal akibat kelainan pencernaan pada 1850.

Profesor yang baru saja menerbitkan buku soal nasib buruk para Presiden Amerika Serikat itu menjelaskan jika Donald Trump mundur maka Mike Pence yang saat ini menjabat wakil presiden, akan mengambil alih kekuasaan.

Baca juga : Politisi PDIP Menyebut Trump Keliru Jika Persepsikan Islam Itu Radikal

Lewat sebuah blog, Profesor Ronald L Feinman melanjutkan, dia memperkirakan Donald Trump akan dimakzulkan atau dipaksa mengundurkan diri dalam beberapa pekan ke depan.

Prediksi Feinman ini muncul tak lama setelah Gedung Putih mengakui beberapa pekan lalu, Donald Trump sudah mendapat masukan bahwa penasihat keamanannya, Michael Flynn, berdusta soal pembicaraan teleponnya dengan Dubes Rusia. Kabar ini sekaligus mempertegas dugaan kedekatan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemenangan Trump pada pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Feinman yang mengajar di Universitas Atlantic Florida menyebut Donald Trump memang secara umum tak pantas duduk di Gedung Putih. “Banyak pakar kebijakan luar negeri geleng-geleng kepala melihat sikap tak lazim Donald Trump, bahasa yang digunakan di depan publik, akun Twitter, sertakecerobohan dan ketidakstabilannya,” lanjutnya.

Namun sepanjang sejarah Amerika Serikat, belum satu pun presiden yang tercatat dimakzulkan alias dilengserkan, meski upaya untuk menyingkirkan Bill Clinton dan Andrew Johnson pernah dilakukan.

Presiden Richard Nixon mengundurkan diri sebelum Senat memakzulkannya akibat pelanggaran serius dalam skandal Watergate.
(Muspri-sisidunia.com)