Home » News » Merasa Akan Ditekan Oleh Partai Penguasa, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Akan Dukung Anies-Sandi

Merasa Akan Ditekan Oleh Partai Penguasa, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Akan Dukung Anies-Sandi



Jakarta – Pilkada DKI Jakarta kemungkinan besar akan dilaksanakan dua putaran. Alasannya, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan real count KPU, dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, tidak ada yang meraih suara lebih dari 50 persen.

Merasa Akan Ditekan Oleh Partai Penguasa, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Akan Dukung Anies-Sandi

Konferensi Pers Koalisi Cikeas

Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga berada pada urutan pertama dan kedua. Sedangkan Agus-Sylvi terlempar dari persaingan karena memperoleh suara paling sedikit.

Melihat hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, menilai partai-partai pengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni akan mendapat tekanan dari penguasa. Apalagi, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Amanat Nasional merupakan partai pendukung pemerintahan Jokowi.

“Akan berusaha dengan segala cara, dengan menggunakan kekuasaannya untuk bisa menekan para ketua umum parpol pengusung AHY-Sylvi agar memberikan dukungan pada Basuki-Djarot,” kata Arief dilansir dari VIVA.co.id, Minggu (19/02/2017).

Meski demikian, Arief yakin parpol pengusung AHY itu tidak akan bisa ditekan oleh penguasa. Sehingga ia percaya pada putaran kedua nanti mereka akan mendukung Anies-Sandiaga.

Baca juga : Persiapan Hadapi Ahok, PKS Siapkan Strategi Untuk Anies-Sandi di Putaran Kedua

“Kami selain dari parpol pengusung AHY juga mengajak bagi masyarakat Jakarta yang tidak memberikan hak suaranya di TPS agar pada putaran kedua jangan golput. Dan saatnya Jakarta punya pemimpin yang santun, manusiawi, dan bersih dari korupsi,” katanya.

Arief menuturkan bahwa PAN, PKB dan PPP memiliki kesamaan visi dan misi dengan Anies-Sandiaga dan partai-partai pengusung seperti Gerindra dan PKS. Bahwa mayoritas masyarakat Jakarta, hampir 60 persen, menginginkan perubahan kepemimpinan di Jakarta agar tidak lagi dipimpin oleh Ahok dan Djarot.

“Anies dan Sandiaga sudah menjalin komunikasi yang baik dengan AHY,” tutur dia.
(Muspri-sisidunia.com)