Home » News » Kim Jong Nam Tewas, Korsel Curigai Rezim Korut Dalang Pembunuhannya

Kim Jong Nam Tewas, Korsel Curigai Rezim Korut Dalang Pembunuhannya



Kuala Lumpur – Abang tiri pemimpin Korurt, Kim Jong-un, tewas dibunuh ketika sedang menunggu penerbangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/02) pekan lalu.

Kim Jong Nam Tewas, Korsel Curigai Rezim Korut Dalang Pembunuhannya

Kim Jong Nam

Mendengar hal tersebut, Korea Selatan mengatakan keyakinannya bahwa rezim Korea Utara terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kami yakin rezim Korea Utara berada di belakangan insiden dengan mempertimbangkan empat tersangka adalah warga Korea Itara,” kata juru bicara Kementrian Penggabungan Korea Selatan.

Kini, Kepolisian Korea Utara sudah menangkap seorang warga Korea Utara dan mengatakan sedang mencari empat lainnya.
Walaupun muncul spekulasi meluas bahwa Korea Utara berada di belakang pembununan Jong-nam, tetap belum ada bukti-buktinya dan pemerintah Pyongyang belum mengeluarkan komentar atas insiden ini.

Dalam konferensi pers, Minggu (19/02), Wakil Kepala Polisi Malaysia, Noor Rashid Ismail, mengatakan tersangka empat warga Korea Utara yang terlibat dalam pembunuhan Jong-nam yang masih dicari adalah Ri Ji Hyon (33 tahun), Hong Song Hac (34), O Jong Gil (55), dan Ri Jae Nam (57).

Keempatnya meninggalkan Malaysia Senin 13 Februari, pada hari kematian Jong-nam dan masuk ke Malaysia dalam waktu berbeda selama dua pekan sebelumnya.

Baca juga : Sempat Tak Bisa Ditemui, Kemenlu Indonesia Terus Upayakan Bantuan Hukum Untuk Siti Aisyah

“Saya tidak mau mengungkapkan mereka berada di mana,” kata Noor Rashid, namun menegaskan sudah bekerja sama dengan Interpol.

Adapun seorang warga Korea Utara Ri Jong Chol sudah ditangkap bersama dengan seorang pria Malaysia, Muhammad Farid Bin Jalaluddin, dan perempuan Indonesia yang disebut-sebut pacarnya, Siti Aisyah, serta seorang perempuan berpaspor Vietnam, Doan Thi Huongn.

Hasil otopsi atas jenazahnya masih ditunggu dan Kementrian Kesehatan Malaysia mengatakan diperlukan waktu sektitar dua minggu untuk mendapatkan laporan akhir.

Sementara Korea Utara -yang menuntut agar jenazah tersebut dikembalikan- sudah menegaskan menolak hasil otopsi.
(Muspri-sisidunia.com)