Home » News » Inilah Alasan Kegeraman Ridwan Kamil Hingga Acungkan Jari Tengah

Inilah Alasan Kegeraman Ridwan Kamil Hingga Acungkan Jari Tengah



Bandung – Sejumlah fasilitas umum di Bandung seperti trotoar memang mendapat perhatian lebih dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Pasalnya fasilitas umum merupakan salah satu sasaran tempat hiburan rakyat menengah kebawah sehingga masyarakat bisa berwisata tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Inilah Alasan Kegeraman Ridwan Kamil Hingga Acungkan Jari Tengah

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil

Namun sayangnya masyarakat tersebut tidak bisa menjaga keindahannya sehingga trotoar yang sudah dibuat seindah mungkin menjadi terlihat kotor dan kumuh akibat sampah yang berserakan. Contohnya seperti trotoar yang ada di jalan Dago.

Mengetahui hal tersebut membuat Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menjadi sangat marah. Pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut menyesalkan perilaku sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan. Ia juga mengungkapkan kekesalannya dengan menyebut ‘salam jari tengah’.

“Sudah dibagusan, diruntahan (sudah diperbagus, disampahi). Eta tempat sampah katingali di sebelahna (itu tempat sampah terlihat di sebelahnya),” ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (13/2).

Baca juga : Perangi Penyebaran Hoax di Bandung, Ini Yang Dilakukan Ridwan Kamil

Emil meminta masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan di Kota Bandung. Sebab pihaknya mengaku sudah bersusah payah untuk merevitalisasi trotoar yang dibiayai oleh APBD. Namun nyatanya fasilitas tersebut dengan seenaknya dikotori oleh sebagian masyarakat.

“Komentar saya jaga kebersihan baik warga Bandung baik wisatawan bahwa membangun fasilitas itu pakai uang rakyat, hasil susah, hasil wah panjang. Jadi sakit hati dikotori oleh orang-orang yang mau enaknya tidak bertanggung jawab,” katanya.

Saat disinggung terkait ungkapannya di Instagram yang menulis ‘salam jari tengah’, Emil menyebut hal itu sebagi ungkapan kekesalannya.

“Kalau masalah simbol itu bahasa Inggrisnya orang marah dalam diam. Saya kalau marah mah baeud, tapi kan hese nunjukeun baued dalam IG (Saya kalau marah cemberut, tapi kan susah menunjukkan cemberut di IG). Saya tanya marah dalam diam kasar enggak? Enggak semua orang marah menerjemahkan sama, Saya juga sering bergaul dengan orang Amerika. Saya kan enggak tuliskan artinya naon, Saya teh kesel, jadi wajar we (Saya kan enggak tuliskan artinya apa, Saya kesel, jadi wajar),” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)