Home » News » Hujan Selama Tiga Jam, Puluhan Rumah di Tomohon Terendam Banjir

Hujan Selama Tiga Jam, Puluhan Rumah di Tomohon Terendam Banjir



Jakarta – Hujan yang mengguyur selama tiga jam di Kota Tomohon, Sulawesi Utara pada Minggu siang membuat puluhan rumah dan satu gereja direndam banjir.

Hujan Selama Tiga Jam, Puluhan Rumah di Tomohon Terendam Banjir

Banjir Tomohon

Berdasarkan data yang diperoleh Polres Tomohon, sebagian besar daerah yang mengalami banjir di Kecamatan Tomohon Selatan, masing-masing Kelurahan Walian II Perum Atas terendam sekira 15 rumah penduduk dan 1 Gereja GMIM Bukit Zaitun, Kelurahan Walian I ada 8 rumah, Kelurahan Walian 10 rumah, dan Kelurahan Tumatangtang 8 rumah.

Baca juga : Berawal Mengkap di Jalan, Polisi Berhasil Grebek Produsen Supercar Palsu

Sementara ruas Jalan Walian hingga Patung Tololiu Matani, air menggenangi hingga jalan raya dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Begitu juga dengan Jalan Matani Menuju Tondano, Kabupaten Minahasa ketinggian banjir hingga lutut orang dewasa.

“Air yang turun dari pegunungan Wawo dan sekitarnya sangat dahsyat. Ini yang membuat wilayah mulai Walian Dua hingga Walian banjir,” ungkap Tarsi Lumowa, warga Tomohon, Minggu (19/2/2017).

Hingga Minggu malam, instansi terkait terus melakukan penanganan sekaligus pendataan jumlah kerugian yang dialami. “Namun sejauh ini tak ada korban jiwa akibat banjir yang terjadi,” ungkap Kepala BPBD Kota Tomohon, Robby Kalangi.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman dan Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan bersama instansi terkait langsung turun ke lapangan. Jimmy mengatakan, banjir itu akibat tak mampunya dam yang dibangun di Kelurahan Walian Dua Tomohon Selatan untuk menampung air akibat hujan deras yang turun agak lama.

“Sebenarnya cek dam yang dibangun berfungsi baik. Tapi karena air melebihi kapasitas sehingga meluap dan turun di Kelurahan-kelurahan di Tomohon Selatan dan Tomohon Tengah,” ujar Jimmy.

Dia mengatakan, tingginya debit air yang datang dari Pegunungan Wawo dan sekitarnya membuat air tak bisa lagi ditampung dan dikendalikan melalui dam. “Masyarakat supaya tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang masih saja terjadi hingga saat ini,” kata Jimmy.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat, terlebih yang bermukim di wilayah rawan bencana untuk menjaga kebersihan. “Jangan membuang sampah sembarangan karena hal ini akan dapat menambah potensi banjir dikala kondisi curah hujan tinggi,” ujar dia.

(bens – sisidunia.com)