Home » News » Menteri Mengundurkan Diri Dan Bergabung Dengan Pemberontak

Menteri Mengundurkan Diri Dan Bergabung Dengan Pemberontak



Jakarta – Seorang menteri di Sudan Selatan menyatakan mundur dan memilih bergabung dengan pasukan pemberontak. Keputusan Menteri Perburuhan, Letnan Jenderal (Letjen) Gabriel Duop Nam itu mengikuti langkah Deputi Kepala Logistik Sudan Selatan, Letjen Thomas Cirillo Swaka yang juga mundur enam hari lalu.

Menteri Mengundurkan Diri Dan Bergabung Dengan Pemberontak

Ilustrasi

Namun, Swaka tidak mengatakan akan bergabung dengan pemberontak.

Letjen Gabriel mengirim sepucuk surat satu halaman yang menyatakan ia akan bergabung dengan pemberontak di bawah kepemimpinan mantan wakil presiden Riek Machar pada Jumat (17/2/2017).

Baca juga : Gempa Berkekuatan 5 SR Guncang Aceh Jelang Salat Jumat

“Saya menyatakan kembali kepatuhan penuh saya dan komitmen kepada … kepemimpinan yang bijak Yang Mulia Dr. Riak Machar,” tulisnya.

Keaslian surat itu kepada Reuters dibenarkan dua juru bicara pemberontak. Jubir pemerintah menolak untuk berkomentar.

Sudan Selatan, negara termuda di dunia dan kaya minyak, mengalami perang saudara pada 2013 setelah Presiden Salva Kiir, dari etnis Dinka, memecat Machar, wakilnya asal etnis Nuer.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan perang saudara itu bisa menimbulkan genosida. Lebih tiga juta dari 11 juta warga negara itu terpaksa menyelamatkan diri dan meninggalkan rumah-rumah mereka.

Letjen Thomas Cirillo Swaka memberikan alasan mengapa dia mundur. Ia menyebut pelanggaran HAM oleh militer dan keberpihakan Kiir dengan mengisi pos-pos penting dalam pasukan keamanan dengan etnis Dinka dari kawasan kampung halamannya.

Banyak kelompok HAM melaporkan tentang aksi penjarahan, perkosaan dan pembunuhan warga sipil oleh pasukan keamanan.

Beberapa hari setelah Swaka mengundurkan diri, pemerintah mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebutkan ia terindikasi terlibat korupsi dan sedang disidik kasusnya. (bens – sisidunia.com)