Home » News » Takut Disadap, Kolega dan Kerabat Tak Mau Telepon SBY Lagi

Takut Disadap, Kolega dan Kerabat Tak Mau Telepon SBY Lagi



Jakarta – Kasus penyadapan telepon SBY bermula dari penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menanyai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, dimana dihadirkan sebagai saksi pada sidang penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

Takut Disadap, Kolega dan Kerabat Tak Mau Telepon SBY Lagi

Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono

Kubu Ahok saat itu mengkonfirmasi komunikasi antara SBY dengan Ma’ruf yang diduga membicarakan soal penerimaan Agus Harimurti Yudhoyono, calon gubernur untuk Pilkada DKI 2017 oleh MUI, dan fatwa MUI mengenai pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Namun buntut peristiwa itu membuat Ahok dan kuasa hukumnya dengan terbuka meminta maaf kepada Ma’ruf. Kendati begitu, mereka membantah memiliki bukti hasil sadapan. Mereka bahkan menuding justru SBY yang pertama mengatakan adanya dugaan penyadapan.

Akibat hal tersebut, SBY juga menggembar-gemborkan dugaan penyadapan atas dirinya. Akhirnya ia pun meminta aparat kepolisian menindak hal itu. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai kasus dugaan penyadapan tersebut.

Baca juga : Pertemuan Antara SBY dan Jokowi Berlangsung Usai Pilkada Serentak 2017

Baru-baru ini Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menyinggung soal dugaan penyadapan yang mendera dirinya. Bahkan menurut Ketua Umum Partai Demokrat (PD) itu, banyak kerabat maupun koleganya yang tak berani menyapanya lewat telepon seluler.

“Terus terang bulan ini banyak yang enggak berani ketemu saya dan tidak terima telepon. Katanya takut disadap dan ikutan susah,” kata SBY di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (14/02/2017)
(Muspri-sisidunia.com)