sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pilkada Serentak 2017 : Tetap Mencoblos Ditengah Tuntutan Profesi

Pilkada Serentak 2017 : Tetap Mencoblos Ditengah Tuntutan Profesi



Jakarta – Pilkada Serentak 2017 yang dilakukan kemarin, Rabu (15/02/2017), telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Jokowi. Harapannya agar masyarakat di 101 daerah yang menggelar Pilkada bisa menyalurkan suaranya tanpa terganggu oleh pekerjaan.

Pilkada Serentak 2017 : Tetap Mencoblos Ditengah Tuntutan Profesi

Bayu Istiqlal, salah satu wartawan radio nasional

Namun sayangnya, masih ada sebagian kecil orang yang masih harus bekerja karena sebuah tuntutan profesi. Salah satu profesi tersebut misalnya orang-orang yang bekerja di Media seperti wartawan.

Bayu Istiqlal, wartawan salah satu radio nasional ini tetap harus bekerja demi memberitakan proses pemungutan suada ke masyarakat. Namun, di tengah kesibukan pekerjaan, Bayu memilih untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya.

Sejak jauh hari, ia sudah menyiapkan formulir A5 agar bisa pindah ke TPS yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebab, ia sudah tahu pada hari pencoblosan akan tetap bertugas sehingga tidak bisa mencoblos di TPS dekat rumahnya di Kompleks Akri Ragunan.

Benar saja, di hari H pemungutan suara, Bayu diminta oleh kantornya untuk tetap bertugas meliput kegiatan calon Gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 2, Basuki Tjahaja Purnama. Ia meliput kegiatan Ahok bersama keluarga saat mebcoblos di TPS 54, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

Namun, Bayu tidak bisa langsung mencoblos di TPS itu, karena untuk warga yang pindah TPS, pemilihannya baru dibuka pukul 12.00 WIB. Sementara, Ahok sudah terlebih dahulu meluncur ke kediaman Ketua Umum DPP PDI-P di Kebagusan.

Bayu pun harus ikut bergerak mengikuti Ahok ke kediaman Megawati. Untungnya, sesampainya di kediaman Megawati, waktu belum menunjukan pukul 12.15 WIB.

Masih ada waktu sebelum TPS ditutup pukul 13.00 WIB. Bayu pun langsung mendaftar di TPS 027 Kebagusan, yang berada tepat di depan rumah Megawati.

“Satu suara saja berharga,” kata Bayu kepada rekan sesama wartawan usai mencoblos.

Baca juga : Surat Suara Habis Megawati Lapor Kepada Mendagri

Bayu bercerita bahwa pada pilkada DKI 2012 dan pemilu 2014, cara serupa juga ia lakukan agar tetap bisa mencoblos di sela liputan.

Putu Merta Suryaputra, wartawan media online, juga mempunyai cerita serupa. Hari pemungutan suara, ia diminta kantornya untuk meliput kegiatan Megawati. Namun, Putu tidak sempat menyiapkan formulir A5 seperti Bayu.

Untungnya, TPS tempat Putu terdaftar tidak terlalu jauh dari lokasi liputannya. Putu terdaftar di TPS 011 Cipedak, yang berajarak sekitar 20 menit dengan sepeda motor. Di tengah kesibukannya mengetik berita, Putu menyempatkan diri untuk berangkat sebentar ke TPS-nya.

Setelah menyalurkan hak suara, ia langsung kembali ke kediaman Megawati dan melanjutkan pekerjaan.

“Nih, gua udah nyoblos,” kata Putu bangga, sambil menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah dicelup tinta ungu.
(Muspri-sisidunia.com)