Home » News » Benarkah Ini Penyebab Kekalahan Agus-Sylvi di Pilkada 2017?

Benarkah Ini Penyebab Kekalahan Agus-Sylvi di Pilkada 2017?



Jakarta – Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Agus Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat suara tertinggal dari kompetitornya dalam Pilgub DKI 2017. Perolehan suara yang kurang signifikan itu dinilai sebagai imbas debat yang dihadapi Agus-Sylvi.

Benarkah Ini Penyebab Kekalahan Agus-Sylvi di Pilkada 2017?

Agus-Sylvi

“Ini kan sebenarnya suara Agus turun sejak mulainya debat 1, 2, 3 ya. Jadi kalau ada pendapat pemilih Jakarta rasional, ini kejadian nih sekarang,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, saat dihubungi, Kamis (16/2/2017).

Baca juga :ย Hasil Real Count KPU Pilkada Bekasi 2017 : Jumlah Surat Suara 6 Persen, Ahmad Dhani Masih Diurutan Kedua

Menurut Hendri, Agus tidak dapat membalikkan posisi di akhir debat. Oleh karena itu, dukungan terhadap Agus-Sylvi pun berpindah ke Anies-Sandiaga, yang dianggap memiliki visi dan misi yang sama.

“Karena, begitu ada debat 1, 2, 3 ini signifikan sekali suara Mas Agus dan dia tidak bisa rebound di akhir acara sehingga beberapa suara yang tadinya sudah dia miliki kemudian berpindah ke pasangan nomor 3, yang dianggap mungkin sama-sama haluannya,” ujarnya.

Dari real count sementara KPU pada pukul 05.57 WIB pagi tadi, data yang telah masuk sekitar 29,03 persen.

Data sementara itu menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama. Urutan kedua ditempati pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Lalu urutan terakhir diisi Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Berikut ini rinciannya:

1. Ahok-Djarot 44,17 persen dengan 702.097 suara
2. Anies-Sandiaga 39,55 persen dengan 628.657 suara
3. Agus-Sylviana 16,27 persen dengan 258.616 suara

Data itu berasal dari suara sah berjumlah 1.585.786, sedangkan surat suara tidak sah berjumlah 19.939. Tingkat partisipasi sejauh ini 76,7 persen dengan rincian pengguna hak pilih 1.613.544.

Real count atau Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) ini, menurut Ketua KPU DKI Sumarno, hanya akan dijadikan informasi. Hasil dari Situng ini bukan hasil resmi KPU karena hasil resmi akan ditentukan berdasarkan penghitungan secara rekapitulasi.

Agus secara kesatria mengakui kekalahannya dalam Pilgub DKI 2017. Dia kemudian mengucapkan selamat kepada pesaingnya.

“Secara kesatria dan dengan lapang dada menerima kekalahan saya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor urut 2 Basuki-Djarot dan pasangan nomor urut 3 Anies-Sandi,” kata Agus dalam jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat. (bens – sisidunia.com)