Home » Gaya Hidup » Saat Berhubungan Seks 43 Ribu Orang Di Larikan Ke Rumah Sakit Karena Menderita Asma

Saat Berhubungan Seks 43 Ribu Orang Di Larikan Ke Rumah Sakit Karena Menderita Asma



Jakarta – Berhubungan seks ternyata dapat memicu serangan asma. Data Asthma UK mengungkap, setidaknya 43 ribu orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita asma saat berhubungan seks.

Saat Berhubungan Seks 43 Ribu Orang Di Larikan Ke Rumah Sakit Karena Menderita Asma

Ilustrasi

Seperti dilansir Foxnews, Selasa (14/2/2017) sejumlah pasien melaporkan mengalami kesulitan napas saat melakukan oral seks. Hal ini membunuh mood bercinta mereka lantaran harus menggunakan inhaler untuk meringankan sesak napas.

Baca juga : Pandangan Psikolog Terkait Pernyataan Cinta Tak Memandang Gender

“Lebih dari dua dalam tiga penderita (68 persen) mengatakan, kehidupan seks mereka dipengaruhi kondisi tersebut. Dan 73 persen merasa malu setelah mengambil inhaler disaat malam romantis. Survei ini dilakukan dengan melibatkan 544 orang,” tulis Asthma UK.

Menurut 64 persen orang, aroma parfum, bunga atau lilin beraroma cenderung memicu gejalanya. Ada pula yang asma setelah mencapai orgasme.

“Kadang-kadang saat seks oral, karena orgasme. Yang lain mengatakan, bila sudah asma, mereka akan berhenti berhubungan seks,” tulis juru bicara Asthma UK, seperti dilansir the Sun.

Seorang pasien asma berat, Callie-Ann mengatakan asma memang pembunuh suasana hati. “Saya sering mulai sesak napas selama seks dan merasa dada ini sesak dan ingin meledak. Kebanyakan orang, kondom adalah cara seks yang aman. Tapi bagi saya dan pasangan, inhaler justru cara yang aman.”

Di Inggris, terdapat 1,1 juta pasien anak dan 4,3 juta orang dewasa yang menerima pengobatan asma.

Dr Andy Whittamore dari Asthma UK mengatakan, orang asma harus mendapatkan cinta untuk mengurangi gejalanya. Namun jika Anda menemukan bahwa seks memicu asma, berarti kondisi tersebut tak lagi dapat dikendalikan. Dan Anda harus mencari bantuan dokter.

“Anda dapat mengurangi risiko asma dengan memiliki review asma teratur dengan dokter dan pemeriksaan inhaler,” kata Andy.

(Bens – sisidunia.com)