sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » JK Menilai Pasar Tanah Abang Lebih Penting Dari Pasar Modal

JK Menilai Pasar Tanah Abang Lebih Penting Dari Pasar Modal



Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada semua pihak agar terus berupaya meningkatkan sinergi antara pasar saham dengan pasar konvensional.

JK Menilai Pasar Tanah Abang Lebih Penting Dari Pasar Modal

Pasar Tanah Abang

Jusuf Kalla juga menilai bahwa perbaikan kondisi indeks pasar saham akan menjadi kurang berarti apabila tidak didukung dengan perbaikan kondisi pasar konvensional.

“Karena itu saya selalu mengatakan bahwa pasar modal penting, tapi yang lebih penting lagi Pasar Senen, Pasar Tanah Abang,” ujar Kalla saat membuka perdagangan saham 2017 di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Tidak ada gunanya di sini naik, tapi (Pasar) Tanah Abang turun,” kata dia.

Jusuf Kalla juga menilai penguatan ekonomi masyarakat tentu juga akan berdampak positif terhadap penguatan pasar saham nantinya. Semakin baik kondisi perekonomian masyarakat, maka imbas terhadap bursa efek semakin baik pula.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga menyoroti kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan pada pembukaan perdana.

Menurut dia, penurunan tersebut merupakan kondisi normal, yang juga dialami di berbagai negara.

“Saya tanya Pak Muliaman (Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad), ternyata di Dowjones, Nikkei semua merah. Artinya bahwa ini situasi dunia yang tidak terhindarkan,” ujarnya.

Baca juga : Kenaikan Harga Emas Antam Naik Rp. 4000

Meski demikian, Kalla mendorong agar semua pihak dapat bersinergi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah gejolak perekonomian global.

Mengamini pandangan Pak Jusuf Kalla, maka wajar jika kemudian perhatian dari pemerintah kepada pelaku ekonomi dalam skala usaha kecil dan menengah (UKM) diberi perhatian lebih. UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. 90% sektor ekonomi, ditopang oleh UKM.

Karena itu, para pelaku usaha yang beberdayakan UKM melakukan inovasi dan terobosan-terobosan guna memperkuat posisi entitas ekonomi bangsa tersebut. Seperti inovasi dan promosi yang dilakukan oleh Agung Podomoro Land yang memberdayakan lebih dari 30.000 pelaku UKM di 10 jaringan trade mall developer raksasa ini.
(Muspri-sisidunia.com)