Home » Hiburan » Setelah Empat Tahun Pasca Terbentuk, Saran N’ Soul Keluarkan Album Penemuan Jati Diri

Setelah Empat Tahun Pasca Terbentuk, Saran N’ Soul Keluarkan Album Penemuan Jati Diri



Bandung – Butuh waktu empat tahun untuk menelurkan debut album pasca terbentuknya Saran N’ Soul pada 2011. Sarah Saputri (vokalis, pemain harmonika) dan Nissan Fortz (gitaris, vokalis) menunggangi duo asal Bandung itu. Mereka berdua mampu menghasilkan album yang cukup unik tapi tetap berisi secara musikalitas.

Setelah Empat Tahun Pasca Terbentuk, Saran N' Soul Keluarkan Album Penemuan Jati Diri

Sarah N Soul

Banyak babak yang harus mereka lalui untuk menemukan identitas bermusik dan memiliki album. Namun, bagi mereka, mengalir dan menikmati prosesnya justru lebih bernyawa dan sentimental.

Tak mengherankan bila kualitas itu ada dan nyata terdengar karena totalitas Nissan dalam dunia musik. Ia gitaris blues yang juga sempat bergabung bersama Blues Libre, band blues ternama asal Bandung yang digawangi musikus kawakan, Hari Pochang, serta beberapa proyek lainnya.

Sarah akhirnya menggunakan instrumen harmonika untuk lebih mengawinkan karakter permainan Nissan. Ia hanya butuh waktu setahun untuk menguasai instrumen tiup tersebut.

“Sewaktu membuat Sarah N’ Soul, saya belum main harmonika, kemudian kenal sama Bandung Blues Society, Komunitas Ruang Putih, akhirnya saya bersyukur bisa bertemu kang Hari Pochang, dia inspirasi saya. Buat saya harmonika itu hal yang sangat unik, dan bersyukur dapat nikmatnya ketika memainkan itu. Saya buta instrumen sebenarnya, hanya menyanyi saja bisanya,” kisah Sarah di Jakarta, Minggu (12/02/2017).

Baca juga : Comics Fair Resmi Dibuka, Ayo Borong Mainannya

Sarah mengaku sempat putus asa belajar harmonika. Hampir setahun lebih dan sempat pesimistis karena tidak sesuai dengan ekspektasinya ingin bermain seperti Hari Pochang dan pemain harmonika lainnya. “Tapi di situ saya sadar saya melupakan prosesnya. Untungnya Nissan mendampingi terus dan akhirnya ketemu nyamannya bermain harmonika,” kenang Sarah.

Namun, jangan terjebak dengan salah satu genre tertentu karena album bertajuk Doodles of Sarah N’ Soul ini tidak hanya menyajikan blues. Bagi mereka blues bukan persoalan warna musik, melainkan filosofi yang melandasinya.

“Sarah N Soul tidak melulu aliran blues, tapi bagi saya saat bernyanyi blues ada rasa di hati saya yang tidak bisa saya ungkapkan, cuma mungkin saat itu orang menangkapnya Sarah bernyanyi blues. Saya sendiri tidak bisa jawab, karena saya suka RNB dan pop,” ungkap Sarah.
(Muspri-sisidunia.com)