sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Politisi PDIP Menyebut Trump Keliru Jika Persepsikan Islam Itu Radikal

Politisi PDIP Menyebut Trump Keliru Jika Persepsikan Islam Itu Radikal



Jakarta – Presiden AS yang baru, Donald Trump, telah mengeluarkan kebijakan baru yang dinilai oleh banyak pihak cukup kontroversial. Kebijakan tersebut adalah melarang adanya kedatangan imigran dari sejumlah negara dimana mayoritas penduduknya beragama Islam.

Politisi PDIP Menyebut Trump Keliru Jika Persepsikan Islam Itu Radikal

Maruarar Sirait, akrab dipanggil Bang Ara

Ada beberapa pihak yang mendukung kebijakan tersebut namun tak sedikit pula yang kurang setuju atau bahkan mengecam kebijakan itu. Banyak yang menilai bahwa kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Trump tersebut bersifat diskriminatif terhadap negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam.

Pihak yang kurang setuju itu pun juga ada yang berasal dari Indonesia. Salah satunya adalah Politikus muda PDI Perjuangan, Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait, atau yang akrab dipanggil Bang Ara, mengharapkan pemerintah Indonesia segera menyikapi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump yang melarang warga dari sejumlah negara Islam memasuki negeri Paman Sam.

“Sikap Indonesia sebagai negara mayoritas muslim sangat penting,” ujar Maruarar dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (12/2).

Baca juga : Politisi Inggris Ini Mendapat Lemparan Telur Karena Pro Trump

Ketua umum Taruna Merah Putih (TMP) itu mengatakan, kebijakan Trump di bidang keimigrasian sangat tidak tepat bagi AS yang selama ini terus-menerus mempromosikan demokrasi ke berbagai belahan dunia. Menurutnya, kebijakan itu sama saja menyalahi konsep AS tentang ‘freedom’ yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan tanpa membeda-bedakan manusia berdasar keturunan, latar belakang, agama, ras, dan bentuk primordialistik lainnya.

“Trump sangat keliru bila mempersepsikan semua umat beragama Islam sebagai radikal. Ini salah besar,” tegasnya.

Ara menegaskan bahwa sepengetahuannya, muslim yang dia kenal merupakan figur-figur ramah, baik, toleran dan sangat menghargai perbedaan. “Itu yang saya temui di daerah pemilihan saya. Demikian juga muslim yang saya kenal dan tahu dari berbagai daerah di Indonesia,” tegas legislator yang sering mengunjungi masjid dan majelis taklim untuk bertemu konstituennya itu.
(Muspri-sisidunia.com)