sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengamanan Ekstra Di Lokasi TPS Rawan

Pengamanan Ekstra Di Lokasi TPS Rawan



Jakarta – Pilkada DKI Jakarta sudah memasuki masa tenang. Kepolisian pun terus bersiaga mengamankan pencoblosan di setiap TPS yang akan berlangsung 15 Februari besok. Polda Metro Jaya akan menerjunkan 16.222 personel untuk mengamankan pencoblosan di 23.315 tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi Kabupaten.

Pengamanan Ekstra Di Lokasi TPS Rawan

Ilustrasi Gambar

Ada dua kategori tempat pemungutan suara yang dipetakan polisi, yaitu aman dan rawan. TPS aman akan menggunakan pola pengamanan 2-4-8 atau dua polisi dan empat Linmas (Perlindungan Masyarakat) untuk mengamankan delapan TPS.

Sedangkan untuk TPS rawan akan mendapat pengamanan ekstra yaitu 2-4-4 atau dua polisi dan empat Linmas untuk mengamankan empat TPS. Daerah rawan itu meliputi rawan bencana, berdekatan dengan rumah kandidat pasangan calon, maupun dekat dengan tempat ibadah.

Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan meminta jangan ada pihak yang mencoba membuat kekacauan di Jakarta. “Jangan coba-coba buat kekacauan. Saya ingatkan kembali, bagi segelintir yang coba mengacaukan, berhadapan dengan kita semua,” kata Iriawan .

Dalam Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara di Monas, Iriawan meminta jajarannya bersinergi dengan unsur aparat lainnya seperti TNI dan aparat Pemprov DKI dalam menjaga keamanan dan ketertiban Pilkada DKI 2017.

Iriawan mengatakan, petugas yang mengamankan Pilkada DKI harus bisa mendeteksi dini segala ancaman gangguan yang ada, termasuk di tempat-tempat yang rawan. “Kalau kompak kompak tidak bisa digoyahkan,” ujar Iriawan.

Jakarta dikategorikan sebagai daerah rawan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017 ini. Daerah rawan lainnya adalah Aceh, Banten, dan Papua.

Ada beberapa indikasi untuk menetapkan daerah rawan, yaitu, kesiapan penyelenggara pemilihan; gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat yang pernah terjadi selama masa kampanye; soal batas wilayah; serta perseteruan di antara calon gubernur atau tim sukses dan relawan masing-masing pasangan calon.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri mengatakan, Jakarta awalnya kita tidak termasuk sebagai daerah rawan. “Namun, karena perkembangan situasi dan dinamika politik yang ada, dalam dinamika operasi kepolisian, kita nyatakan bahwa Jakarta daerah rawan,” ujar Martinus .

Martinus mengatakan pengamanan tidak hanya di tempat pemilihan suara, tapi juga di beberapa objek vital lainnya. Selain itu, Polri tetap akan mengamankan situasi setelah pemungutan suara.

(bens – sisidunia.com)