sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Pelatih Persiba Mengaku Kekalahah 1-3 Dari Persib Cukup Menyakitkan

Pelatih Persiba Mengaku Kekalahah 1-3 Dari Persib Cukup Menyakitkan



Bandung – Meskipun Persiba sudah terlebih dahulu unggul di menit-menit awal Pelatih Persiba Balikpapan, Timo Scheunemann mengaku kekalahan 1-3 dari Persib Bandung pada lanjutan Piala Presiden di Si Jalak Harupat, Minggu (12/2/2017) cukup menyakitkan.

Pelatih Persiba Mengaku Kekalahah 1-3 Dari Persib Cukup Menyakitkan

Pelatih Persiba Mengaku Kekalahah 1-3 Dari Persib Cukup Menyakitkan

“Kekalahan yang berat buat kita, kekalahan yang menyakitkan karena pemain sudah sangat maksimal dan sempat unggul,” katanya usai pertandingan.

Menurutnya, kekalahan ini lantaran fisik anak asuhnya yang menurun di babak kedua. Ini membuat pasukan Beruang Madu gagal mengimbangi permainan Persib serta sering melakukan kesalahan.

Baca juga : Mendekatkan Diri Ke Zona Liga Europa, Fiorentina Menang Atas Udinese 3-0 Tanpa Balas

“Anak-anak bisa menerapkan apa yang kita pakai selama ini di latihan. Anda bisa lihat sendiri bisa merepotkan Persib, hanya saja kita tidak bisa melakukannya selama 90 menit,” ucapnya.

“Kita ada lubang-lubang. Karena perbedaan kualitas, skill dan kecepatan pemain Persib, mereka sukses gunakan kesalahan saat serangan balik. Itu sering terjadi di sepak bola.”

Meski demikian, Timo tetap memuji penampilan Marlon da Silva cs. lantaran permainan mereka meningkat dibandingkan saat mengalahkan Persela Lamongan dilaga perdana Piala Presiden 2017.

“Tapi saya bangga pada pemain saya walaupun kalah. Walaupun ini kekalahannya menyakitkan, mereka sudah mulai bisa menerapkan taktik,” katanya.

“Anda bisa lihat perbedaannya permainan kita melawan Persela dan Persib. Jadi memang setiap hari latihan kita mencoba langkah maju tapi memang waktu kita masih sedikit.”

(Bens – sisidunia.com)