Home » News » Pada Sidang Lanjutan Ahok Hari Ini Akan Menghadirkan Empat Saksi Ahli

Pada Sidang Lanjutan Ahok Hari Ini Akan Menghadirkan Empat Saksi Ahli



Jakarta – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut Basuki Tjahaja Purnama hari ini akan kembali menjalani sidang dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan empat saksi ahli yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Pada Sidang Lanjutan Ahok Hari Ini Akan Menghadirkan Empat Saksi Ahli

Sidang Ahok

“Ada dua ahli pidana dan bahasa,” ujar kuasa hukum Basuki, Sirra Prayuna, melalui pesan singkat, Minggu (12/2/2017) malam.

Adapun menurut pengacara Basuki alias Ahok yang lain, Ronny Talapessy, keempat saksi yang akan dihadirkan oleh JPU tersebut adalah Prof Dr Muhammad Amin Suma yang merupakan ahli agama Islam, ahli hukum pidana Dr Mudzakkir dan Dr H Abdul Chair Ramadhan serta ahli bahasa Indonesia Prof Mahyuni.

Baca juga : Polda Jabar Memeriksa Habib Rizieq, Massa Berkumpul di Masjid Pusdai

“Prof Dr Muhammad Amin Suma merupakan ahli agama Islam, yang melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016,” ujar Ronny.

Sidang diagendakan dimulai pukul 09.00 WIB. Sidang kali ini merupakan sidang yang ke-10.

Pada sidang Selasa (7/2/2017) lalu, hakim telah mendengarkan dua orang saksi fakta, yakni Jaenudin dan Sahbudin yang merupakan nelayan Kepualauan Seribu. Dua ahli yang dihadirkan dalam sidang tersebut Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Mabes Polri AKBP M Nuh Al Azhar sebagai ahli forensik. Didengarkan pula pendapat dari anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid.

Kedua nelayan Kepulauan Seribu itu mengaku tidak memperhatikan saat Ahok menyinggung soal Al-Maidah ayat 51 dan baru sadar ada pro kontra ketika sudah ramai. Sementara itu AKBP M Nuh Al Azhar mengatakan tidak ada video Ahok yang diedit dan membenarkan pada rekaman konferensi pers di NasDem Ahok mengucapkan Al-Maidah. Sementara itu kuasa hukum Ahok menolak meminta pendapat anggota komisi fatwa MUI Hamdan Rasyid.

Sebelumnya Hakim Dwiarso mengatakan sidang Ahok diputuskan digelar hari Senin (13/2/2017) karena alasan penjagaan keamanan. Sebab, pengamanan pada hari Selasa (14/2/2107) disebut sudah beralih ke pengamanan tempat pemungutan suara Pilkada DKI.

“Karena pihak pengamanan sudah beralih menjaga TPS pada hari Selasa, maka sidang akan kita lanjutkan pada Senin,” ujar Dwiarso pada Selasa (7/2/2017) .

(bens – sisidunia.com)