sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Kemendagri Membenarkan Adanya Pemalsuan E-KTP Selundupan dari Kamboja

Kemendagri Membenarkan Adanya Pemalsuan E-KTP Selundupan dari Kamboja



Jakarta – Pada hari jumat (03/01/2017) lalu, pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menemukan pengiriman paket impor berisikan NPWP dan e-KTP palsu dari Negara Kamboja.

Kemendagri Membenarkan Adanya Pemalsuan E-KTP Selundupan dari Kamboja

Ilustrasi

Direktur Jendral Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, penemuan itu bermula saat petugas Bea Cukai Soekarno Hatta mencurigai paket kiriman yang dibawa melalui perusahaan jasa titipan Fedex. Boks kecil seberat 560 gram itu kemudian diperiksa menggunakan alat bantu x-ray.

“Kemudian kita membandingan antara images scan dengan dokumen. Dari hasil perbandingan kemudian petugas memutuskan apakah akan memeriksa secara mendalam dengan membuka paket itu,” tutur Heru beberapa waktu yang lalu.

Ketika kabar tersebut juga dikonfirmasikan kepada pihak Kementerian Dalam Negeri, Kemendagri membenarkan adanya pemalsuan 36 KTP yang diselundupkan dari Kamboja. Namun, mereka membantah bila server data kependudukan bocor.

“Pengisian data di KTP palsu dilakukan manual. Tidak mengakses database. Database aman dari traffic, tidak ada hacker dan tidak ada kebocoran seperti pemberitaan kemarin,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, di kantor Kemendagri Jakarta, Senin (13/02/2017).

Zudan mengungkapkan Kemendagri telah melakukan pengecekan terhadap 36 KTP palsu asal Kamboja. Dari pengecekan tersebut diketahui pemalsuan dilakukan dengan menggunakan blangko bekas atau rusak.

Baca juga : Bea Cukai Ungkapkan Kronologi Penemuan Paket E-KTP dan NPWP Palsu dari Kamboja

“Mereka mengganti bagian depan KTP yang rusak dan menggantinya dengan yang baru lalu dilaminating kembali,” ujar Zudan.

Selain itu, Kemendagri telah melakukan pengecekan terhadap cips yang berada di dalam KTP palsu. Dari 36 KTP Palsu 16 datanya bisa dibaca dan 20 lainya rusak.

“Dari situ diketahui ada empat modus pemalsuan. Pertama mengganti foto. Kedua mengganti nama. Ketiga mengganti alamat dan keempat mengganti agama,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)