Home » Techno » Dianggap Sudah Jadi Industri, Polisi Beri Perhatian Khusus Pada Peta Buzzer Indonesia

Dianggap Sudah Jadi Industri, Polisi Beri Perhatian Khusus Pada Peta Buzzer Indonesia



Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengukapkan bahwa pihaknya sudah mengantongi sejumlah peta buzzer yang aktif di dunia maya bahkan yang juga turut serta mewarnai dinamika politik di Indonesia.

Dianggap Sudah Jadi Industri, Polisi Beri Perhatian Khusus Pada Peta Buzzer Indonesia

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto

“Sudah (dipetakan). Petanya berjalan terus ya. Karena buzzer sudah menjadi industri, maka itu jadi perhatian kami,” ujar Rikwanto dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).

Karena kini sudah menjadi industri, Rikwanto juga menyebut, aktivitas tersebut menghasilkan uang dengan nominal yang banyak.

Untuk buzzer yang turut serta mewarnai dinamika politik Indonesia seperti buzzer yang aktif melakukan kampanye di dunia maya, buzzer masih dapat melakukan kampanye meski dalam masa tenang kampanye. Alasannya karena hingga kini masih belum ada aturan hukum secara sah dimana melarang buzzer untuk tetap melakukan kampanye selama masa tenang.

Meski demikian, Rikwanto mengakui bahwa polisi tetap harus bertindak sesuai norma hukum serta norma lain yang berlaku di masyarakat.

Terkait hukum, polisi berpegang pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga : Ini 6 Konten yang Terancam Penjara Terkait Revisi UU ITE. Apa Saja ?

Artinya, jika unggahan buzzer dilaporkan mengandung unsur pidana, polisi baru bertindak, apalagi jika penyelidikan kepolisian selanjutnya menunjukkan bahwa isi unggahan itu mengganggu ketertiban masyarakat.

Namun, jika unggahan para buzzer dinilai tidak mengganggu ketertiban masyarakat, polisi hanya melaksanakan pemantauan.

“Fenomena ini adalah bagian demokrasi. Kami polisi masih melihat ini sebagai fenomena di sosial. Ada batas-batas normanya. Jadi, ya tentu tidak kami hantam semua. Yang melewati batas, itu kami tindak secara pidana,” ujar dia.
(Muspri-sisidunia.com)