sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Otomotif » Desain Ulang Ruang Bakar, Ferrari Tingkatkan Tekanan Hingga 400 Bar

Desain Ulang Ruang Bakar, Ferrari Tingkatkan Tekanan Hingga 400 Bar



Italia – Jika Honda Racing melakukan ubahan besar terhadap konfigurasi turbocharged dan kompresor penggeraknya, Ferrari justru lebih fokus memperbaiki sistem pembakaran di mesinnya. Yaitu dengan mendesain ulang ruang bakar serta konfigurasi semprotan bahan bakar di titik sebelum ujung piston mencapai titik mati atas.

Desain Ulang Ruang Bakar, Ferrari Tingkatkan Tekanan Hingga 400 Bar

Ruang Bahan Bakar Mesin Ferrari F1 2017

Technical Director Ferrari yaitu Mattia Binotto menjelaskan bahwa perubahan yang mereka lakukan kali ini adalah sudut kemiringan injektor bahan bakar. Komponen injektor yang dipasok Magnetti-Marelli lebih kecil namun injek bahan bakarnya justru meningkat. Ini membantu proses pembakaran di ruang mesin lebih efektif.

Ferrari percaya bahwa kekuatan mesin, performa dan reliabilitasnya masih akan memegang pengaruh besar di ajang balap Formula One (F1) tahun ini. Meski perubahan regulasi lebih mengatur rangka dan sistem aerodnamika, tapi sektor dapur pacu tak bisa di abaikan.

Baca juga : Ketika Rolls-Royce Wraith Dipasangkan Widebody Kit

Efeknya, tekanan di ruang bakar jadi meningkat hingga 400 bar, sehingga performa mesin bertambah baik. Meski demikian, konfigurasi ini punya efek negatif. Yaitu membuat temperatur mesin bakal lebih tinggi dan membuat reliabilitas-nya menanggung risiko tinggi.

Kini Ferrari sedang melakukan riset secara intensif untuk menemukan formulasi bahan piston yang kuat. Karena jika menggunakan ban piston yang ada saat ini, diprediksi masih tak kuat jika harus digeber hingga 60-70 lap dalam setiap seri. Tantangan lainnya adalah Ferrari harus mendaftarkan ulang material yang bakal mereka gunakan agar tak ada pelanggaran regulasi yang ditetapkan FIA.
(Muspri-sisidunia.com)