sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Aksi 112 Membawa Berkah Bagi Pedagang Peci dan Baju Gamis

Aksi 112 Membawa Berkah Bagi Pedagang Peci dan Baju Gamis



Jakarta – Acara Dzikir Nasionaal atau disebut Aksi 112 berlangsung hari ini sejak sebelum waktu Sholat Subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ribuan orang berdatangan dari berbagai wilayah dan juga dari berbagai kalangan.

Aksi 112 Membawa Berkah Bagi Pedagang Peci dan Baju Gamis

Pedagang peci dan baju gamis di Tugu Tani menjajakan barang dagangannya ke massa 112

Tak hanya pada Ulama saja yang merasa senang dengan aksi 112 ini, namun aksi ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil, khususnya pedagang peci dan baju gamis. Ribuan jemaah yang menghadiri aksi 112 ramai-ramai membeli pakaian gamis yang dijual sekitar Tugu Tani dan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Sejumlah pedagang terlihat menjajakan peci dan celana katung di sepanjang Tugu Tani, Sabtu (11/2) diserbu pembeli. Meski berjualan tidak pada tempatnya, pedagang mengaku hanya memanfaatkan momentum untuk meraup rupiah.

Hasilnya, peci dan celana katung laris manis diminati. Hasna, pedagang peci mengaku baru saja membuka lapak di bahu jalan tersebut. “Sekitar pukul 10.00 WIB,” singkatnya.

Kendati baru dibuka, sejumlah pembeli mulai merangsek mendekati lapaknya. Bertanya, melihat dan memilih, kemudian membeli.

Hilir mudiknya jemaah aksi 112 menjadi pasar bagi Hasna. Massa aksi yang melewati jalur di sekitar sana akan berpapasan dengan lapak pakaian yang digelar Hasna.

Baca juga : Guru Asal Surabaya Ini Rela Naik Motor ke Jakarta Demi Ikut Aksi 112

“Kalau yang lewat sini pasti ketemu, kan dipinggir jalan. Ada yang cuma lihat doang. Beli juga banyak,” katanya.

Harga peci yang ditawarkan Hasna juga terbilang murah, hanya berkisar Rp5000, sementara harga celana katung di bandrol Rp30-50 ribu.

“Rejeki-rejekian sih. Kadang 200000. Kalau lagi ramai begini pendapatan bisa sampai 500 ribu,” ungkapnya.

Menjelang siang, Hasna mengatakan akan segera menutup lapak, sebab massa aksi 112 mulai kembali ke titik kumpul atau titik kembali.Namun, perjuangan Hasna untuk menjajakan peci dan celana tidak berhenti seiring bubarnya massa aksi.

“Buka, kalau ada pengajian atau tausiah besar. Sering buka lapak,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)