Home » News » Magnet Pilgub DKI Membuat WNI Diluar Negeri Pulang Ke Tanah Air Untuk Mencoblos

Magnet Pilgub DKI Membuat WNI Diluar Negeri Pulang Ke Tanah Air Untuk Mencoblos



Jakarta – Moment Pilkada DKI 2017 ini menjadi moment yang dinantikan oleh masyarakat, khususnya warga DKI. Dimana pada moment tersebut orang-orang ramai-ramai memberikan hak suaranya untuk memajukan daerahnya. Termasuk warga asli DKI yang saat ini merantau dan berdomisili di luar negeri untuk memenuhi kebutuhannya.

Magnet Pilgub DKI Membuat WNI Diluar Negeri Pulang Ke Tanah Air Untuk Mencoblos

Para Kandidat Calon Gubernur DKI Jakarta 2017

Sejumlah orang yang bermukim di luar negeri, sudah menabung sejak jauh-jauh hari agar bisa pulang saat Pilgub Jakarta, 15 Februari mendatang. Di pihak lain, ada organisasi yang menggalang kepulangan warga Jakarta dari luar kota dengan dijanjikan subsidi ongkos, untuk memilih salah satu dari dua calon lain.

Seperti dikatakan oleh Ketua KPUD DKI Sumarno, para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 agar kembali ke Jakarta jika ingin menggunakan hak suaranya. Peraturan tersebut juga berlaku bagi warga DKI yang saat ini tinggal di luar negeri.

Lain halnya saat pemilihan presiden dan wakil presiden atau anggota DPR berlangsung, para WNI yang tinggal di luar negeri bisa memberikan suara di tempat tinggalnya masing-masing sesuai prosedur standar yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum bekerjasama dengan KBRI.

Baca juga : 4 Anggota KPPS dipecat

Dilansir dari BBC Indonesia, salah satu warga DKI yang tinggal di luar Negeri adalah Latifa Alatas yang sudah 22 tahun tinggal di Perth, Australia.

Sudah sejak tiga minggu lalu, Latifa berada di Jakarta untuk mengikuti berbagai rangkaian kampanye kandidat pilihannya dan, terutama, untuk mencoblos pada pilkada, 15 Februari 2017 nanti.

“Baru tanggal 16 saya pulang (ke Perth),” katanya.

Kunjungannya kali ini bukan yang pertama yang dia lakukan terkait pilkada DKI Jakarta. Dua bulan sebelumnya pun dia sempat pulang agar bisa mengurus pendaftaran sebagai pemilih serta verifikasi data pemilih.

“Karena saya pikir satu suara lumayan juga kan, kalau 1.000, kurang satu, kan nggak jadi 1.000. Apalagi sekarang lagi seru-serunya. Ada teman saya juga. Dua orang kita di sini. Memang saya sering pulang, tapi kali ini, seru melihat pemilihannya,” kata Latifa.

Ini baru pertama kalinya Latifa pulang untuk mencoblos pada pilkada karena momentum yang dianggapnya penting.
(Muspri-sisidunia.com)