Home » News » Gaji dan Tunjangan Tak Setimpal Beban Kerja, Seluruh Polisi di Negara Ini Lakukan Aksi Mogok

Gaji dan Tunjangan Tak Setimpal Beban Kerja, Seluruh Polisi di Negara Ini Lakukan Aksi Mogok



Brazil – Polisi menjadi komponen yang tak terpisahkan di banyak tempat akibat peran pentingnya dalam menjaga keamanan wilayah setempat. Bagaimana jadinya jika polisi yang menjaga suatu negara bagian memutuskan untuk mogok bertugas? Hal itulah yang kini tengah menimpa Espirito Santo. Negara bagian Brazil yang terletak di sebelah tenggara.

Gaji dan Tunjangan Tak Setimpal Beban Kerja, Seluruh Polisi di Negara Ini Lakukan Aksi Mogok

Toko di Espirito Santo yang rusak akibat penjarahan

Aksi mogok yang dilakukan oleh polisi Espirito Santo sudah berlangsung sejak hari Jumat (3/2/2017). Pemicu aksi mogok tersebut adalah karena mereka merasa bayaran dan tunjangan yang mereka terima selama ini tidak setimpal dengan beban kerja dan resiko yang harus mereka jalani selama bertugas.

Dampak dari pemogokan tersebut langsung terasa. Aksi-aksi kejahatan langsung merajarela di Espirito Santo tanpa bisa dicegah. Beragam video yang diambil oleh warga lokal dan stasiun televisi menunjukkan periode mencekam yang kini bergelayut di Espirito Santo. Toko-toko didobrak dan dijarah. Orang-orang dipukuli di jalanan hingga bersimbah darah. Kendaraan yang terparkir di jalan menjadi sasaran pembakaran.

Baca juga : Demo Sopir Taksi, Terjadi Kerusuhan Akibat Ulah Go-jek

Media setempat memperkirakan kalau ada 50 orang yang tewas sejak polisi menggelar aksi mogok. Jumlah yang terbilang tinggi untuk rentang waktu sesingkat itu. Merasa kewalahan dengan kekacauan yang sekarang ini terjadi, gubernur Cesar Colnago lantas meminta bantuan kepada pemerintah pusat yang meresponnya dengan cara mengirimkan 200 tentara ke Espirito Santo. Mereka dikabarkan sudah tiba pada hari Selasa dan akan tetap berada di sana hingga aksi mogok polisi berhenti.

Pemerintah negara bagian Espirito Santo sejauh ini menolak permintaan kenaikan gaji oleh polisi karena mereka tidak memiliki cukup dana. Mereka juga sudah mengganti kepala polisi setempat sambil memperingatkan kalau pembicaraan mengenai kenaikan gaji tidak akan dilakukan selama polisi masih melakukan aksi mogok.
(Muspri-sisidunia.com)