Home » News » Gadis SMP di Bangka Mengaku Telah Dicabuli Menggunakan Alat Bantu

Gadis SMP di Bangka Mengaku Telah Dicabuli Menggunakan Alat Bantu



PANGKAL PINANG – Seorang gadis remaja yang duduk di kelas dua SMP menjadi korban pencabulan sesama wanita, di Desa Tiang Tara, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Gadis SMP di Bangka Mengaku Telah Dicabuli Menggunakan Alat Bantu

ilustrasi

Kasus pencabulan ditangani polisi dan pelaku seorang wanita berinisial BY (22) telah diamankan di Mapolres Bangka guna proses hukum lebih lanjut.

“Korban mengaku terperdaya dengan rayuan pelaku dan sempat dicabuli sebanyak empat kali di sebuah kebun yang terpaut sekitar dua kilometer dari rumah korban,” kata Kepala Desa Tiang Tara, Dial, saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (8/2/2017).

Baca juga : Polisi Telusuri Dugaan Penyimpangan Dana Aksi 411 dan 212

Aksi pencabulan pertama kali terjadi pada pertengahan Januari 2017 dan kemudian berulang dalam kurun waktu dua pekan.

Modus pelaku dengan menjemput korban ke rumahnya dan mengajak pergi dengan modus jalan-jalan santai.

Pelaku telah mencabuli korban tidak hanya dengan tangan kosong, tetapi juga menggunakan alat bantu seks buatan pelaku sendiri.

Dari hasil visum di rumah sakit, ditemukan bekas luka pada bagian kelamin korban diduga sebagai akibat penggunaan alat bantu seks tersebut.

Atas kejadian yang menimpanya, korban merasa malu, dan memutuskan pindah sekolah. Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung yang melakukan pendampingan, memastikan korban tetap menjalani pendidikan dan beraktivitas secara normal.

“Kami upayakan ada beasiswa. Kalau bisa sampai perguruan tinggi. Jadi anak tidak lagi memikirkan kejadian yang telah menimpanya,” ujar Komisioner KPAD Kepulauan Bangka Belitung, Biar M Yamin.

Polisi kini masih melakukan pengembangan kasus guna mengetahui kemungkinan adanya teman pelaku pencabulan seks sesama wanita. Sejauh ini baru ditetapkan seorang pelaku dan korban sekaligus sebagai saksi.

(bens – sisidunia.com)