Home » News » Dewan Pers Bersama Presiden Jokowi Mulai Perangi Berita Hoax

Dewan Pers Bersama Presiden Jokowi Mulai Perangi Berita Hoax



Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta media mainstream atau media arus utama ikut berperan dalam melawan berita bohong atau hoax yang banyak muncul di media sosial.

Dewan Pers Bersama Presiden Jokowi Mulai Perangi Berita Hoax

Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo

“Media arus utama harus meluruskan media yang bengkok,” kata Presiden dalam amanatnya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2017 di Ambon, Maluku.

Presiden Jokowi menjelaskan dewasa ini siapa pun bisa menjadi produsen berita melalui media sosial. “Namun, banyak yang berisi berita bohong, fitnah, caci maki, bahkan bisa mengancam persatuan bangsa,” ungkap Presiden.

Oleh karena itu, Presiden meminta pengguna media sosial menghentikan hoax. “Media arus utama dengan disiplin, objektivitas, dan integritasnya harus memverifikasi, bukan malah memungut berita-berita di medsos yang belum jelas kebenarannya,” pungkas presiden.

Senada dengan Presiden Jokowi, Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan wartawan berkomitmen melawan berita palsu atau bohong alias hoax yang marak bermunculan sejak dua setengah tahun terakhir ini.

Baca juga : Diprediksikan Hoax Akan Semakin Mengerikan

“Tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran. Kebenaran ini dicemari oleh berita hoax. Wartawan melawan ini,” katanya di Ambon, Kamis (9/2).

Stanley mengatakan berita hoax ini membahayakan karena tidak hanya menyebarkan kebohongan tetapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidakpercayaan, termasuk kepada lembaga publik.

Hoax dibuat dalam situs-situs yang seolah-olah situs berita lalu disebarluaskan ke berbagai media sosial. Media sosial, imbuhnya, tidak lagi hanya sebagai media untuk menyampaikan status, pertemanan, atau berbagi untuk silaturahim, dan menyampaikan kenangan tetapi berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Ada banyak orang menjadi korban dari media dunia maya ini,” katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua MPR Zilkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, Ketua DPD M. Saleh, para menteri, termasuk Panglima TNI, Kapolri, para duta besar, Gubernur Maluku Said Assagaff dan jajarannya, serta ribuan insan pers dari seluruh Indonesia itu.

Stanley menegaskan masyarakat pers tak akan membiarkan “hoax” terjadi. Oleh karena itu, media arus utama harus berperan aktif dalam menyampaikan kebenaran dengan menyampaikan pemberitaan oleh wartawan yang mempunyai kompetensi dan memegang teguh etik profesi.
(Muspri-sisidunia.com)