Home » Techno » Bidik Ibu-Ibu, CEO Targetkan OLX Jadi Brand Rumah Tangga

Bidik Ibu-Ibu, CEO Targetkan OLX Jadi Brand Rumah Tangga



Jakarta – Iklan baris itu ibarat e-commerce kelas SD. Jadi, seharusnya bisa digunakan oleh siapapun yang ponselnya terkoneksi internet. Tapi, lain hal jika penggunanya ibu-ibu.

Bidik Ibu-Ibu, CEO Targetkan OLX Jadi Brand Rumah Tangga

Peresmian tampilan baru aplikasi olx

Hal itu diungkap oleh CEO OLX Daniel Tumiwa saat ditemui usai peresmian tampilan baru di aplikasinya di Djakarta Theater, Jakarta.

Menurutnya, Meski OLX telah dikenal sebagai pemain e-commerce urusan jual-beli barang bekas, namun nyatanya itu masih belum cukup. Pasalnya, belum semua kategori yang dipajang di platform OLX mampu memikat masyarakat.

“Memangnya OLX harus selalu tentang (jual-beli) rumah, mobil, sama ponsel? Menurut saya pribadi, OLX belum jadi brand rumah tangga. Misalnya, di hati ibu-ibu, belum ingat OLX padahal ada mesin cuci nggak kepakai enam bulan,” kata Daniel.

Daniel melanjutkan, kebiasaan untuk langsung menjual barang bekas tak terpakai di masyarakat, belum terbentuk. Jika barang tersebut saja di jual, bisa menjadi penghasilan tambahan.

Baca juga : Indonesia Butuh Waktu 5-10 Tahun Lagi Untuk Membuat Satelit Sendiri

“Perilaku itu yang belum ada. Sebelum memperkenalkan kebiasan baru, (OLX) terus perbaiki produknya dulu,” ucapnya.

Perombakkan yang dilakukan OLX saat ini adalah mempercantik tampilan pada aplikasinya dulu untuk menyasar kaum masyarakat mobile, khususnya perempuan dan generasi milenial.

Disebutkan Daniel, pemanfaatan platform e-commerce seperti OLX ini lebih mudah ketimbang jenis lainnya. Maka sudah barang tentu OLX yang berupa iklan baris ini bisa digunakan masyarakat untuk bertansaksi online.

“OLX senang dengan model iklan baris karena iklan baris itu istilah kami model e-commerce kelas SD. Jadi, seharusnya siapapun yang punya ponsel terus terkoneksi internet, tidak canggung dan bingung pakai iklan baris. Sehingga dia tidak perlu bisnis (lainnya), apapun yang dipakai bisa berjualan,” tutur mantan Ketua idEA tersebut.
(Muspri-sisidunia.com)