sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penyebaran Hoax KTP Ganda di Medsos

Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penyebaran Hoax KTP Ganda di Medsos



Jakarta – Team khusus Cyber melakukan penyelidikan kasus penyebaran hoax KTP ganda di media sosial (medsos) menjelang pencoblosan pilkada DKI.

Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penyebaran Hoax KTP Ganda di Medsos

Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penyebaran Hoax KTP Ganda di Medsos

“Kita melakukan penyelidikan mengapa warga Pademangan yang dipalsukan. Kita harapkan, kalau ada peristiwa seperti ini, segera laporkan ke kepolisian atau KPU,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes M Awal Chairuddin kepada wartawan di Mapolres Jakut, Jl Laksamana Yos Sudarso, Senin (6/2/2017).

Baca juga : 9 Wanita Penghibur Terjaring Razia Satpol PP di Malang

Identitas pada foto e-KTP ganda yang beredar di medsos berbeda-beda, yakni Mada, Saidi, dan Sukarno. Alamat pemilik KTP juga berbeda, meski foto pada ketiga e-KTP sama. Mada dan Sukarno merupakan warga Pademangan, Jakut, sementara Saidi merupakan warga Grogol Petamburan, Jakbar.

Penyelidikan dilakukan oleh tim cyber dari Polda Metro Jaya. Polisi menelusuri digunakannya tiga KTP untuk dibuat seolah-olah KTP ganda dengan foto sama.

“Masih dalam penyelidikan, nanti bapak ini (korban hoax KTP ganda, red) merasa dirugikan, nanti akan kami selidiki lebih lanjut lagi,” imbuhnya.

Tetapi polisi belum mendapatkan bukti fisik tiga KTP yang fotonya sengaja dibuat sama. Pelaku, sengaja membuat keresahan di masyarakat menjelang pemungutan suara pilkada DKI pada 15 Februari pekan depan.

“Kita menyesalkan adanya seperti ini. Ini adalah bagian dari orang yang punya kepentingan ingin membuat masyarakat menjadi panik dan tidak percaya sama pemerintah, khususnya penyelenggara pemilu dan aparat,” sebut Awal.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemprov DKI Edison Sianturi menyebut penyebaran hoax KTP ganda diduga untuk menyudutkan Disdukcapil terkait gelaran pilkada.

“Jadi ini NIK orang. Data orang ditempeli foto orang lain sehingga seolah-olah terjadilah ada isu atau viral atau seolah-olah orang ini memiliki tiga KTP,” kata Edison di Balai Kota, Senin (6/2).

(Bens – sisidunia.com)