Home » News » Hasil Uji Materi UU Peternakan Sudah Diputuskan, KPK Harapkan Adanya Keadilan

Hasil Uji Materi UU Peternakan Sudah Diputuskan, KPK Harapkan Adanya Keadilan



Jakarta – Jakarta: Putusan uji materi gugatan di Mahkamah Konstitusi nomor 129/PUU-XIII/2015 yang membuat Patrialis Akbar terkena kasus suap dibacakan hari ini.

Hasil Uji Materi UU Peternakan Sudah Diputuskan, KPK Harapkan Adanya Keadilan

Lambang KPK

Gugatan ini akan menentukan apakah impor ke depan menggunakan basis zona atau basis negara. Untung rugi akan sangat dirasakan peternak dan pengimpor ternak beserta produk turunannya. KPK berharap putusan MK adil.

“KPK berharap putusan yang seadil-adilnya, karena ini menyangkut manfaat bagi masyarakat,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Geduk KPK, Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (06/02/2017).

MK merupakan lembaga tertinggi yang diberi mandat oleh negara untuk mengawal setiap hak konstitusi tiap warga. Putusan MK tak boleh hanya membuat segelintir orang atau kelompok diuntungkan.

Apalagi, orang-orang seperti bos impor daging Basuki Hariman yang menggunakan cara melanggar hukum untuk kepentingan bisnisnya. “Tidak hanya manfaat pada segelintir penguasa impor daging,” tegas Febri.

Baca juga : Patrialis Mengundurkan Diri, MKMK Masih Pelajari Pelanggaran Kode Etiknya

Gugatan Nomor 129/PUU-XIII/2015 tentang sistem zona dalam impor hewan ternak dinilai merugikan peternak dan konsumen. Gugatan diajukan Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana, dokter hewan dan dokter manusia Mangku Sitepu, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), dan akademisi. Proses uji materi sudah berlangsung hampir dua tahun.

Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar diduga menerima suap dari pengusaha impor daging Basuki Hariman. Suap diduga diberikan terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Uji materi yang tengah dikaji MK ini akan memengaruhi nasib dari peternak sapi dan pengimpor daging. Basuki diindikasi menyuap Patrialis agar perusahaan impor miliknya bisa mendulang keuntungan lebih banyak jika impor kembali menggunakan pendekatan country base.
(Muspri-sisidunia.com)