Home » Hiburan » Parodi Trump dan PM Australia Ditampilkan Dalam Reality Show

Parodi Trump dan PM Australia Ditampilkan Dalam Reality Show



Jakarta – Adegan percakapan kontroversial antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull diparodikan dalam acara reality show ternama Saturday Night Live.

Parodi Trump dan PM Australia Ditampilkan Dalam Reality Show

Presiden AS, Donald Trump dan Wapres Mike Pence

Seperti dikabarkan laman The Australian, Minggu 5 Januari 2017, segmen percakapan keduanya ditayangkan di AS sore ini waktu setempat dan menampilkan Beck Bennett (aktor yang rutin berperan sebagai Vladimir Putin) sebagai Turnbull yang sedang berbincang dengan Direktur acara SNL, Alec Baldwin.

Sementara itu, Trump terlihat sedang berbicara dengan penasihatnya, Steve Bannon, yang mengenakan kostum malaikat pencabut nyawa, di ruangan Oval, Gedung Putih dan mengeluhkan harinya yang melelahkan. “Aku kesal, lelah, dan aku merasa seperti harus mengadu pada seseorang,” kata Trump.

“Mungkin Anda harus telepon Australia,” jawab Bannon. “Benarkah? Baiklah, aku belum pernah diberitahu apa pun sebelumnya, tapi … tak ada salahnya. Ayo lakukan,” ucap Trump.

Baldwin kemudian mengangkat gagang telepon dan mulai menekan nomor Menlu Australia. Turnbull memulai percakapan dengan mengatakan bahwa ia telah mendengar berita tentang banyak pihak yang menentang “Perintah Eksekutif” Trump.

Mendengar perkataan Turnbull itu, Trump menyangkalnya.”Tidak, tidak ada yang menentang. Semua orang menyukai ini.
Kami harus melakukannya karena telah terjadi pembantaian besar di Bowling Green. Begitu banyak korban tewas tetapi mereka adalah orang-orang yang beruntung karena mereka tidak perlu melihat betapa buruknya The Apprentice,” ucapnya.

Baca juga : Meme Lucu Amburegul Emeseyu Bahrelway Bahrelway Hebohkan Media Sosial, Gantikan Kulit Manggis

Tiba-tiba, obrolan telepon ini berubah menjadi debat tentang kesepakatan pengembalian pemukiman pengungsi Manus-Nauru yang telah dicapai antara Australia dan pemerintahan Obama.

“Pak Trump, terima kasih karena masih mau menampung pengungsi kami,” kata Turnbull kepada Trump. “Apa?” kata Trump yang kaget.

“Mantan Presiden Obama mengatakan Amerika akan menerima 1.200 pengungsi. Kasih sayang negara Anda tidak akan terlupakan,” ungkap Turnbull.

“Tidak tidak tidak. Tidak ada pengungsi. America First. Australia menyebalkan. Pertahanan Anda gagal. Bersiaplah untuk berperang,” Trump membentak sebelum menutup telepon. Drama komedi ini berlanjut dengan hubungan telepon yang dilakukan Trump dengan pemimpin Meksiko, Jerman dan Zimbabwe.

Acara ini juga menampilkan aktris Melissa McCarthy sebagai wanita kesayangan Sean Spicer, juru bicara Gedung Putih.
(Muspri-sisidunia.com)