Home » News » Duterte Mengakhiri Perundingan Damai Dengan Kelompok Pemberontak Komunis

Duterte Mengakhiri Perundingan Damai Dengan Kelompok Pemberontak Komunis



Filipina – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengakhiri perundingan damai dengan kelompok pemberontak komunis, Sabtu (4/1) malam. Duterte juga meminta beberapa pemimpin pemberontak yang dibebaskan untuk perundingan agar kembali ke penjara atau akan ditangkap.

Duterte Mengakhiri Perundingan Damai Dengan Kelompok Pemberontak Komunis

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Pengumuman yang disampaikan pada konferensi pers di Kota Davao Selatan itu meminta juru runding pemerintah untuk tidak berpartisipasi dalam pembicaraan dengan pemberontak New People Army yang dijadwalkan di Norwegia, bulan ini.

“Saya mengatakan kepada para tentara untuk bersiap dalam perang yang panjang. Saya mengatakan (perdamaian) tidak akan datang selama generasi kita,” ujar Duterte.

Sebelumnya pada Agustus lalu, kedua pihak secara terpisah menyatakan gencatan senjata dan pengaturan informal lainnya yang sebagian besar diselenggarakan karena mereka melanjutkan perundingan damai di Roma.

“Saya tidak tertarik untuk berbicara dengan mereka (pemimpin pemberontak). Saya akan menolak untuk membicarakannya lagi,” ujar Duterte.

“Kami telah berperang 50 tahun. Jika Anda ingin memperpanjang selama 50 tahun, kami akan senang mengakomodasi Anda,” tambahnya.

Perintah Duterte itu terjadi setelah para pemberontak mengumumkan mengakhiri gencatan senjata mereka yang telah berlangsung selama lima bulan pada pekan lalu karena menuding pemerintahan Duterte melakukan pengkhianatan dan pelanggaran HAM.

Duterte juga mengecam kelompok pemberontak Maois yang beranggotakan 4.000 orang itu karena telah membunuh empat tentara dalam serangan minggu lalu setelah gencatan senjata dicabut.

Baca juga : Presiden Duterte Perintahkan Segera Lumpuhkan Abu Sayyaf

Namun, Duterte menegaskan kemungkinan untuk mempertimbangkan kembali keputusannya jika ada alasan kuat meskipun tidak menjelaskan lebih detail lagi.

Melanjutkan pembicaraan dengan Partai Komunis Filipina New People Army dan kelompok separatis muslim serta kebijakan keras terhadap narkoba ialah janji kampanye Duterte.

“Saya mencoba semuanya. Saya berjalan ekstra, melepaskan tahanan, melepaskan pemimpin mereka sehingga bisa ke Oslo, Norwegia, untuk berunding,” ujar Duterte. Ia menambahkan pemberontak telah membuat tuntutan berlebih termasuk menuntut pembebasan 400 pemberontak yang ditahan.

Belum ada komentar dari kelompok pemberontak terhadap penghentian perundingan damai yang mencoba mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 1968 itu.

Pemberontakan komunis di wilayah Filipina telah menyebabkan sekitar 30 ribu nyawa melayang dan telah berulang kali pula gagal berunding dengan enam presiden negeri itu, termasuk Duterte.
(Muspri-sisidunia.com)