Home » News » Astaga, Narapidana Ini Masih Bisa Membuat Ekstasi Didalam Penjara

Astaga, Narapidana Ini Masih Bisa Membuat Ekstasi Didalam Penjara



Jakarta – Penjara ternyata masih menjadi surga bagi narapidana narkotika untuk memproduksi dan menjalankan bisnis haramnya. Salah satunya terjadi di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara.

Astaga, Narapidana Ini Masih Bisa Membuat Ekstasi Didalam Penjara

Andi Salim bersama barang bukti saat diserahkan pihak rutan ke aparat kepolisian

Di rutan ini, petugas sipir mengamankan seorang narapidana bernama Andi Salim alias Mr Lim alias Alim bersama barang bukti 91 butir pil ekstasi dan alat cetak manual untuk membuat pil ekstasi. Andi memproduksi pil ekstasi dari balik jeruji sel.

Terbongkarnya produksi pil ekstasi itu berawal dari razia rutin yang dilakukan petugas keamanan Rutan Tanjung Gusta Medan. Namun, peredaran dan pengendalian narkotika tidak habis-habisnya diberantas.

“Kami melakukan razia rutin, Jumat, 3 Febuari 2017. Dari kamar sel Andi kami temukan dengan menyimpan diduga inex (pil ekstasi) sebanyak 91 butir dan alat cetak manual,” ujar Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Klas IA Tanjung Gusta Medan, Nimrot Sihotang dilansir dari VIVA.co.id, Senin (06/02/2017).

Andi merupakan warga binaan yang menghuni Blok I kamar 4 Rutan Tanjung Gusta, Medan. Andi sendiri merupakan terpidana kasus narkotika dengan hukuman 8 tahun penjara. Ia juga disebut-sebut turut ikut dalam jaringan bandar narkoba internasional bernama Togiman alias Toge.

Baca juga : Anggota DPRD Depok Menjadi Buron Lantaran Diduga Terlibat Bisnis Sabu

Diduga Andi memproduksi pil ekstasi dengan bahan baku seadanya dengan menggunakan alat cetak manual. Kemudian, pil ekstasi hasil karyanya dipasarkan kepada sesama napi juga. Hal itu diketahui beberapa waktu lalu. Petugas juga mengamankan warga binaan bernama Tabrani Ismail dengan barang bukti satu butir pil ekstasi, yang ditemukan di dalam kamar selnya.

Meski begitu, Nimrot mengatakan pihaknya akan terus melakukan razia rutin dan pengamanan ekstra terhadap napi di Rutan Tanjung Gusta Medan. Dia mengakui jumlah napi tidak sebanding dengan jumlah petugas sipir sendiri.

“Kami melakukan penggeledahan rutin setiap harinya untuk memberantas pengendalian narkoba di dalam Rutan Tanjung Gusta Medan,” kata dia.

Dia menambahkan, kedua warga binaan bersama barang bukti itu, sudah diserahkan kepada aparat kepolisian di Polsek Helvetia, guna proses penyidikan.

“Sudah kami serahkan ke Polsek Helvetia untuk proses selanjutnya,” kata Nimrot.
(Muspri-sisidunia.com)