Home » Gaya Hidup » Pasangan Ini Tinggal di Dalam Gorong-gorong Selama Hampir 22 Tahun

Pasangan Ini Tinggal di Dalam Gorong-gorong Selama Hampir 22 Tahun



Jakarta – Meski tinggal di dalam gorong-gorong yang pengap dan sempit, Miguel Restrepo dan istrinya Maria Garcia, warga Kolombia ini tak ingin dikasihani. Pasalnya keduanya sangat harmonis dan berbahagia.

Pasangan Ini Tinggal di Dalam Gorong-gorong Selama Hampir 22 Tahun

Pasangan Ini Tinggal di Dalam Gorong-gorong

Seperti dilansir dari laman Scoopwhoop, masing-masing dari mereka mengaku menjalani masa muda dengan tidak baik. Bahkan keduanya hampir menyerah dengan kehidupan.

Bagaimana tidak, mereka dulunya adalah pecandu berat obat-obatan. Di Kolombia, peredaran obat-obatan terlarang terbilang sangat tinggi. Namun segalanya berubah ketika mereka saling dipertemukan di Jalan Medelin, Kolombia.

“Kami berjuang untuk hidup dengan baik. Saling menguatkan dan melepaskan diri dari pengaruh obat-obatan,” ujar Garcia.

Baik Garcia maupun Restrepo, keduanya tak punya keluarga. Mereka tak punya uang apalagi rumah. Sehari-harinya mereka bekerja mengumpulkan barang bekas untuk dijual.

“Kami menemukan selokan yang nyaman, mengapa kami tidak menjadikan tempat tinggal?” ungkap Restrepo.

Mereka tinggal di dalam gorong-gorong di dekat Jalan Medelin selama hampir 22 tahun ini. Gorong-gorong itu sebenarnya adalah selokan yang sudah tidak digunakan. Agar terasa nyaman, keduanya pun mendesain sedemikian rupa.

“Kami memiliki semuanya. Kami punya listrik, lampu, dan dapur kecil,” ujar Restrepo.

Keduanya pun bersukur degan apa yang mereka miliki saat ini. Tak ketinggalan, mereka memelihara seekor anjing kecil yang diberi nama Bleckie. Anjing kecil itu, sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri.

Bleckie bertugas menjaga rumah saat keduanya mencari barang bekas. Sebagaimana gorong-gorong, rumah itu hanya memiliki satu lubang pintu sekaligus atap berbentuk lingkaran.

Kehidupan mereka tak banyak diketahui orang selama hampir 22 tahun. Namun, setelah stasiun televisi lokal, NDT Tv mengekspos mereka, banyak yang kasihan. Meski demikian, mereka tetap tidak ingin pindah.

Mereka menegaskan, sangat nyaman tinggal di gorong-gorong itu. Selain demi menghindari keriuhan di luar sana, yang terpenting mereka hidup bersama orang tercinta.

“Kami hidup dengan saling mencintai, meski di tempat yang dianggap tak layak, hal itu sudah lebih dari cukup,” ujar Restrepo.

(bens – sisidunia.com)