Home » News » Melalui Twitter, SBY Kembali Berbicara Terkait Isu Penyadapan

Melalui Twitter, SBY Kembali Berbicara Terkait Isu Penyadapan



Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara kembali terkait isu penyadapan percakapan telepon antara dirinya dengan Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. Lewat Twitter, dia menulis soal kemungkinan adanya pihak yang memata-matai.

Melalui Twitter, SBY Kembali Berbicara Terkait Isu Penyadapan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

“Bpk Ma’ruf Amin, senior saya, mohon sabar & tegar. Jika kita dimata-matai, sasarannya bukan Bpk. Kita percaya Allah Maha Adil *SBY*” cuit SBY lewat akun @SBYudhoyono, Sabtu (4/2/2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga : Ruben Onsu Mengunggah Foto Ayahnya Saat Hari Ulang Tahun Thalia Putri Onsu

SBY mengajak Ma’ruf untuk bersabar dan tetap tegar menyikapi isu penyadapan ini. Bila benar ada penyadapan, maka aksi spionase itu bukan menyasar Ma’ruf. Entah siapa yang disasar lewat aksi mata-mata itu, SBY tak menjelaskan lebih lanjut.

Isu penyadapan ini muncul sejak persidangan kasus dugaan penodadan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada 31 Januari lalu. Saat itu, pengacara Ahok, Humphrey R Djemat, bertanya kepada Ma’ruf soal ada atau tidaknya telepon dari SBY pada pukul 10.16 WIB, agar ada pengaturan pertemuan dengan pasangan calon Pilgub DKI Agus Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PBNU.

Pengacara Ahok juga menanyakan ada tidaknya permintaan dikeluarkannya fatwa penistaan agama dalam sambungan telepon antara SBY dengan Ma’ruf. Tapi Ma’ruf menampiknya. Humphrey lantas menyebut akan memberikan bukti soal hal ini.

“Sudah ditanya berulang kali mengatakan tidak ada, untuk itu kami akan berikan buktinya,” kata Humphrey dalam persidangan itu.

Kemudian Ahok juga ikut berbicara dalam persidangan itu dalam konteks yang sama. Karena bantahan soal telepon SBY, Ahok mengaku berencana melaporkan Ma’ruf ke polisi. “Saya berterima kasih Saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap,” kata Ahok saat itu.

Belakangan, Ahok mengklarifikasi dirinya tak bermaksud memproses hukum Ma’ruf. Ahok juga meminta maaf kepada Ma’ruf. Dia juga mengetahui adanya informasi soal komunikasi via telepon antara SBY dan Ma’ruf lewat situs berita daring.

Merespons polemik itu, SBY kemudian menggelar jumpa pers. Dia ingin agar Presiden Jokowi mengklarifikasi isu penyadapan ini. Kapolri dan BIN juga dimintanya memberi penjelasan. Jokowi kemudian menyatakan isu itu bukanlah urusannya karena itu merupakan isu pengadilan. Polri dan BIN memastikan bahwa pihaknya tak menyadap SBY. (bens – sisidunia.com)