Home » News » Telusuri Anggaran Proyek E-KTP, KPK Curigai Ada Aliran Dana Ke DPR

Telusuri Anggaran Proyek E-KTP, KPK Curigai Ada Aliran Dana Ke DPR



Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri proses pengĀ­anggaran proyek KTP-E oleh DPR dan pemerintah secara formal dan informal karena diduga ada aliran dana ke DPR dalam pembahasan informal tersebut.

Telusuri Anggaran Proyek E-KTP, KPK Curigai Ada Aliran Dana Ke DPR

Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap menjawab pertanyaan wartawan setelah menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta

ā€œIni bukan hanya (proses pengĀ­anggaran) formal, tetapi bagaimaĀ­na pembahasan terjadi,ā€ kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, kemarin.

Febri menjelaskan KPK telah memĀ­bagi pihak yang terlibat dalam kasus ini dalam tiga kelompok, yakni kelompok birokrasi, politik, dan swasta. Saat ini KPK masih foĀ­kus terhadap tersangka dari kelompok birokrasi.

KPK kemarin memanggil empat anggota dan mantan anggota DPR. Namun, hanya dua yang datang, yakni mantan Ketua DPR Ade KoĀ­maĀ­rudin dan mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, sedangkan mantan anggota Komisi II sekaligus Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan anggota DPR Tamsil Linrung tidak hadir.

Baca juga : Pelayanan E-KTP di Kota Tarakan Mendapat Sorotan Dari Komisi II DPR RI

Ade mengaku tidak tahu adanya aliran dana ke DPR dalam proyek yang merugikan negara Rp2,3 triĀ­liun itu. Sementara itu, Chairuman membantah dirinya termasuk salah satu pihak yang mengembalikan uang suap KTP-E.

Dikonfirmasi terpisah soal benar-tidaknya pengembalian dana ke KPK berasal dari kelompok poĀ­litik (DPR), Febri Diansyah enggan mengĀ­ungkapkan.

ā€œMemang benar ada pengembaĀ­lian uang, tetapi kami belum bisa menyampaikan siapa saja dan dari mana,ā€ ucapnya.
(Muspri-sisidunia.com)