Home » News » Susana Keramahan Sangat Terasa, Relawan Para Paslon Tunjukkan Kedewasaan Berdemokrasi

Susana Keramahan Sangat Terasa, Relawan Para Paslon Tunjukkan Kedewasaan Berdemokrasi



Jakarta – Secara kebetulan, puluhan relawan pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berkumpul di depan Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (4/2/2017) siang.

Susana Keramahan Sangat Terasa, Relawan Para Paslon Tunjukkan Kedewasaan Berdemokrasi

Secara kebetulan, puluhan relawan pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berkumpul di depan Tugu Proklamasi, Jakarta

Mereka berkumpul tepat di depan markas paslon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Wisma Proklamasi, seberang Tugu Proklamasi.

Pada waktu yang bersamaan, di Wisma Proklamasi ada agenda pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan perwakilan parpol pengusung Agus-Sylvi.

Dilansir dari Kompas.com, terdengar yel-yel dari pendukung Anies-Sandi yang dikumandangkan melalui pengeras suara. Mereka tengah bersiap untuk konvoi bersama menuju Kota Tua. Konvoi akan dilepas oleh Anies.

Sementara relawan Basuki-Djarot dari Batman (Basuki Tjahaja Purnama Mania) yang sebagian besar membawa sepeda motor juga sedang berkumpul. Mereka yang kompak mengenakan kemeja kotak-kotak akan berangkat bersama dari sana menuju konser Gue 2 di Senayan.

Baca juga : Tiga Paslon DKI Jakarta Beradu Program Transportasi Publik

Ketika wartawan mencoba menemui Immanuel (perwakilan relawan Basuki-Djarot) dan Mohamad Huda (perwakilan relawan Anies-Sandi). Menurut keduanya, pertemuan para relawan di Tugu Proklamasi tidak direncanakan atau terjadi secara kebetulan.

“Ini enggak ada rencana, tahu-tahu kumpul saja di sini he he he. Seru, ramai,” kata Huda.

Baik relawan Basuki-Djarot dengan relawan Anies-Sandi nampak berbaur. Meski mereka mengenakan atribut masing-masing, tetapi suasana keramahan di antara mereka sangat terasa.

“Tadi ada pendukung Agus-Sylvi juga lewat sini. Kita mau kasih lihat elite politik, kalau masyarakat sudah dewasa berdemokrasi. Pilihan boleh berbeda, tetapi tetap bersahabat,” tutur Immanuel yang disambut senyum oleh Huda.
(Muspri-sisidunia.com)