Home » News » Baru Kenal Dua Bulan, Pelajar Asal Bangsal Diculik dan Dicabuli

Baru Kenal Dua Bulan, Pelajar Asal Bangsal Diculik dan Dicabuli



Mojokerto – M Arif Afianto (24) warga Dusun Tegaldadi RT 002 RW 010, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ditangkap anggota Satreskrim Polres Mojokerto. Pelaku terancam 15 tahun penjara karena telah membawa kabur pelajar asal Bangsal dan mencabuli korban yang baru dikenalnya dua bulan.

Baru Kenal Dua Bulan, Pelajar Asal Bangsal Diculik dan Dicabuli

Ilustrasi

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, pelaku diamankan setelah orang tua korban melaporkan jika pelaku telah membawa kabur korban sejak, Rabu (26/1/2017) pekan lalu. “Orang tua korban melapor pada Rabu tanggal 1 kemarin, setelah dilakukan penyelidikan petugas berhasil menemukan korban dan menangkap pelaku,” ungkapnya, Sabtu (4/2/2017).

Pelaku dilaporkan telah membawa kabur, LNH (18) pelajar warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, pelaku dilaporkan telah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dari keterangan pelaku, pelaku menjemput korban pada hari Kamis (26/1/2016) sekira pukul 06.00 WIB di gang bakso dekat rumah korban.

“Pelaku yang mengendarai sepeda motor Beat warna Hitam nopol S 5753 NY tersebut kemudian mengajak korban jalan-jalan di wilayah Mojosari dan cek in ke Hotel Wonokerto, Kecamatan Pungging. Di kamar hotel nomor 16, pelaku melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban,” katanya.

Baca juga : Gadis Korban Perkosaan 30 Orang Pria di Brasil Justru Disalahkan

Setelah cek out sekira pukul 15.00 WIB, lanjut Kasubbag Humas, korban diajak ke pabrik di wilayah Ngoro tempat pelaku korban bekerja untuk mengundurkan diri. Setelah mengambil gaji, pelaku mengajak korban dan terlapor ke rumah temannya di daerah Mojosulur kemudian pergi ke Jolotundo, Kecamatan Trawas.

“Di Jolotundo, keduanya tidur di mushola kemudian keeesokan harinya korban dan pelaku pergi mencari kos-kosan di daerah Prambon, Sidoarjo. Keduanya pun tinggal di tempat kos tersebut, keduanya baru kenal sekitar dua bulan yang lalu. Setiap kali korban pulang sekolah, selalu di jemput dan di antar pulang,” ujarnya.

Namun korban tidak pulang sejak dibawa kabur pelaku sehingga keluarga korban menanyakan ke tempat korban bersekolah. Pihak sekolah menyatakan jika korban tidak masuk sekolah dan keluarga korban mendapat informasi dari tetangga jika mengetahui korban dibonceng pelaku ke arah timur.

“Saat ini, pelaku sudah berhasil diamankan dan terancam Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomot 35 Tahun 2014 dan Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan Pasal 332 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun,” tegasnya.
(Muspri-sisidunia.com)