Home » News » Tiga Paslon DKI Jakarta Beradu Program Transportasi Publik

Tiga Paslon DKI Jakarta Beradu Program Transportasi Publik



Jakarta – Salah satu tantangan bagi cagub-cawagub DKI Jakarta adalah menyediakan transportasi publik yang nyaman untuk warga. Masing-masing pasangan calon (paslon) memiliki program berbeda yang ditawarkan untuk warga Jakarta.

Tiga Paslon DKI Jakarta Beradu Program Transportasi Publik

Tiga Paslon DKI Jakarta 2017

Mulai dari menggratiskan ongkos, menambah trayek, program terintegrasi TransJakarta hingga program MRT dan LRT. Masing-masing menjabarkan programnya untuk meraih hati pemilih. Berikut ini uraian tiga bakal kandidat cagub cawagub DKI soal transportasi publik, Kamis (2/2/2017).

1. Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni Ingin Gratiskan TransJakarta

Pasangan nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menjanjikan transportasi massal yang tidak membebani masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Jika terpilih, dia ingin menggratiskan biaya bus TransJakarta bagi warga kalangan menengah ke bawah.

“Tentu akan saya hitung secara keseluruhan tapi benar bahwa kita harus memberikan dukungan subsidi kepada masyarakat yang memang bergolongan ekonomi yang sulit karena kita memang tahu penghasilan yang terbatas yang sangat kecil dihadapkan dengan kebutuhan yang cukup banyak itu, di Jakarta memang berat,” papar Agus saat ‘gerilya’ lapangannya di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).

Agus ingin mengedepankan pelayanan transportasi publik yang sifatnya nyaman, aman dan terjangkau harganya. Dia juga mengatakan pengadaan transportasi massal yang terjangkau, adalah salah satu cara untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

“Prinsipnya, komitmen saya adalah semakin mengembangkan kapasitas dan kualitas untuk public transportation menjadi lebih baik dan nyaman untuk semua dan juga terjangkau sehingga itu menjadi insentif bagi semua rakyat Jakarta untuk tidak selalu menggunakan kendaraan pribadi,” kata Agus.

“Mereka harus bisa kapan pun merasa aman dan nyaman untuk berpergian menggunakan transportasi publik,” imbuh anak pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat Tambah Trayek dan Fasilitas TransJakarta Hingga Kereta Cepat

Pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta yang juga petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya telah menambah puluhan trayek baru TransJakarta. Pasangan nomor urut dua ini menyebut tahun ini sebanyak 77 trayek bus TransJakarta yang langsung masuk ke perumahan warga.

Tak hanya itu pemerintah provinsi DKI tengah membangun dua moda transportasi massal yakni Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT).

“MRT sekarang 65 persen, selesai Lebak Bulus-HI, kita teruskan ke Ancol. Balaraja Banten sampai ke Cikarang, jadi antara utara dan selatan ada MRT. MRT sekali angkut, sekali jalan, bisa 1.950-an orang. Lalu kita bangun ada LRT 110 kilometer melingkar di dua sumbu MRT. Kita harap selesai sebelum Asian Games,” kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Selain menyediakan transportasi untuk mengatasi kemacetan, pasangan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI 2017 itu berjanji menyediakan alat transportasi serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas seperti TransJakarta dan haltenya.

“Kita menyediakan mobil untuk disabilitas. Dek pendek di TransJakarta kita buat kalau nurunin kursi roda bisa miring pas dengan trotoar tingginya. Kita bisa miring shockbreaker, memang lebih mahal (harga busnya) tapi menolong dan berstandar dunia. Semua trotoar kita juga perbaiki untuk ramah disabilitas,” imbuhnya.

3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno Siapkan OK Otrip Layanan Transportasi Terintegrasi

Pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memiliki program yang disebut OK Otrip untuk mengajak masyarakat menggunakan transportasi umum. OK Otrip adalah penamaan dari sistem transportasi terintegrasi, nantinya setiap warga cukup membayar Rp 5 ribu untuk satu tujuan perjalanan.

“OK Otrip itu sebetulnya adalah bagian daripada pola transportasi massal yang terintegrasi. Yaitu bahwa kita mau mengintegrasikan semua sarana moda transportasi massal dari titik kita di permukiman sampai kita ke titik tujuan,” ujar Sandiaga di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Program ini tidak saja mengintegrasikan bus TransJakarta, tapi juga dengan angkot dan bus feeder. Sandiaga juga akan meremajakan bus feeder yang ada di Ibu Kota.

“Nah berarti bukan hanya TransJakarta yang disubsidi, tapi juga harus ada sebuah reformasi dan revitalisasi daripada angkutan-angkutan feeder tersebut. Baik itu angkutan feeder yang sekarang dipenuhi angkot dan Metro Mini itu pelan-pelan memang harus akan dikelola oleh Pemprov,” jelasnya.

“Dan tentunya diremajakan, karena kayak bus Metro Mini sih sudah nggak layak lagi. Untuk kota sekelas Jakarta, angkot-angkot itu juga harus dikelola dengan baik,” sambung Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan tiap tujuan nantinya masyarakat bisa menggunakan karcis berlangganan dari program OK Otrip. Sistem karcis dan pembayaran dari OK Otrip nantinya juga akan menggunakan teknologi digital.

“Kita sebisa mungkin pelan-pelan mengarah ke sistem yang elektronik ya. Berkaitan dengan sistem digital ekonomi, ke depannya mereka nggak usah pakai karcis, mereka bisa pakai HP,” pungkasnya.

(ens – sisiudnia.com)